Kampusiana

Wanita Ini Mencari Nafkah Dari Sampah di Kampus

 

 

[Suakaonline]-Tempat yang sangat unik di kampus UIN SGD Bandung yang kerap disebut DPR (Di bawah Pohon Rindang) dengan sejuta kegiatan mahasiswa, mulai dari jajan, diskusi, atau sekedar nongkrong dengan melepas kepenatan kegiatan kuliah. Namun ada yang berbeda, Iis seorang perempuan separuh baya terlihat duduk terpaku di dalam pusat keramaian sejuta kegiatan mahasiswa.


Sinar matahari siang menyapa suasana hatinya yang dipenuhi rendung nestapa. Tatapannya lurus tajam ke kiri, kanan, depan, dan belakang, bukan teman atau saudara yang dia cari, atau jajanan yang bergelantungan, melainkan sebuah plastik dari botol minuman bekas yang bisa di pungut untuk selanjutnya di jual.


Bak memandang indahnya air laut di pantai ketika satu dan dua botol plastik mewarnai penglihatanya dengan sejuta harapan di kampus itu. Dengan penuh kebanggaan wanita kelahiran 6 Juni 1972  itu meraih dan memasukannya kedalam kantong plastik berukuran besar yang sudah menjadi sahabat setiap harinya.


Kerudung cream dengan warna kusam sepertinya s
udah menjadi penutup panasnya terik Matahari dan bersahabat dengan keringat. Wanita
itu menepuk-nepukkan botol plastik bekas sambil sesekali melongok ke dalam untuk memastikan kalau-kalau ada secuil isi yang mungkin bisa dia minum. Selepas tuntas, ia melanjutkan kembali misinya untuk mendapatkan satu hingga dua kilogram sampah plastik botol.


Sudah 3 tahun silam Wanita dari Kp.Sukasari, Desa Cinunuk, Kecamatan Cibiru Kota Bandung itu bekerja sebagai pemulung sampah untuk bertempur melawan rasa lapar yang akan menyerang apabila tak dapat cukup plastik untuk ditimbang. Satu kilogram botol plastik bekas itu berharga sekitar  Rp. 2.500,00-.


“Sebenarnya, ibu tidak mau seperti ini, tapi ya tuntutan ekonomi, ibu harus mencari sampah dan mengemis seperti ini karena anak-anak ibu sedang sekolah. Sedangkan ibu tidak punya suami,” ujar wanita yang kesehariannya mengemis dan memulung di Wilayah kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan sekitar daerah Cinunuk, Senin (17/12).


Dahulu, wanita yang berprofesi sebagai tukang cuci itu mempunyai suami seorang supir angkot. Hingga suatu ketika suaminya mengalami kecelakaan dan merenggut nyawanya. Kini, ia hanya hidup bersama kedua anaknya.


Pasca nasib naas yang menimpa suaminya itu kini botol plastik menjadi tumpuan harapannya. Tidak sedikit ejekan, hinaan dan cemoohan selalu mewarnai perjuangannya ketika mencari nafkah. Namun dibalik itu semua, ada juga tangan yang merangkulnya dengan pemberian yang membantunya.


“Ibu berterimakasih kepada mahasiswa UIN yang sudah menyumbangkan sedikit materinya, mudah-mudahan Mahasiswa UIN bandung bisa sukses. Karena ya ibu mendapatkan nafkah dari sampah kampus ini,ujarnya.


Jika Wanita ini melirik perempuan seusianya, Wanita ini tidak iri melihat kehidupan wanita-wanita karir pada umumnya yang merasakan masa indahnya dengan suami dan anak-anaknya.  Bukan apa-apa, hanya saja gaya hidup mewah dan glamour sepertinya sudah tak ada dalam benaknya, harapan seperti itu ia kubur dalam-dalam. Kini, karir terbaiknya ialah menjadi tulang punggung bagi anak-anaknya, Mira yang sekarang tengah duduk di bangku SMP, Anida berumur 5 tahun, dan Maulana.


Siapa yang salah?


Selayang pandang tentang sistem pemerintahan negeri ini yang katanya kaya dengan sumber daya alam. Mengapa ada pembagian kue ekonomi yang tidak adil sehingga di satu sisi ada orang yang hidup enak dan punya duit banyak. Namun, di ranah lain ada orang yang mati-matian berusaha untuk hidup dari sampah dan koin-koin yang bagi mereka tidak ada harganya. Iis adalah contohnya. Lantas siapa yang harus disalahkan?


Manusia memang hanya bisa meratapi hidup dengan qana’ah dan Sabar, tidak hanya itu Ikhtiar akan menjadi kewajiban manusia sebagai makhluk Allah yang Beriman dan Bertaqwa, dan Iis selalu tidak lepas dari itu, ia percaya bahwa Allah Maha Adil. Ia percaya bahwa kelak nanti akan merasakan dampak dari perjuangannya.


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas