Terkini

Oplosan Daging Babi Resahkan Pedagang dan Pelanggan

 

[Suakaonline]-Kabar mengenai oplosan daging babi yang marak diperbincangkan di media akhir-akhir ini membuat masyarakat resah. Tidak hanya masyarakat, para pedagang bakso pun dilanda kegelisahan. Pasalnya, semenjak media memberitakan kasus tersebut, terdapat sejumlah pedagang bakso yang merasa dirugikan. Nuri, pedagang bakso yang berjualan di Jl. Sastradinata yang tak jauh dari Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung sangat menyayangkan hal itu.


“Setelah berbagai stasiun televisi memberitakan oplosan daging babi ke dalam adonan bakso, setiap pembeli pasti menanyakan terlebih dahulu bahan bakso yang tersedia disini. Bahkan sejak saat itu, jarang sekali ada orang yang membeli bakso disini, bahkan para pelanggan juga jarang kesini lagi,“ ujar Nuri saat diwawancara, Sabtu (11/12)


Sejak September 2012, Nuri resmi membuka  kios bakso di belakang Kampus UIN SGD Bandung, tepatnya di dekat DPR (Dibawah Pohon Rindang) dengan nama ‘Bakso Mulya’. Sebenarnya, bukan hanya bakso yang dijual disana. Nuri juga menyediakan nasi goreng, mie goreng, mie kuah, bihun goreng, dan bihun kuah. Tapi penghasilan terbesarnya didapati dari hasil penjualan bakso.


“Menu yang paling laku disini yaitu bakso urat, dan saya berani menjamin bahwa bakso disini murni buatan saya sendiri serta asli berbahan daging sapi, “ ucapnya kembali.


Diakui Nuri, usahanya semakin sepi semenjak berita tersebut beredar di media massa. Menurutnya, oknum-oknum pedagang bakso di wilayah Cipete Jakarta Selatan telah merugikan pedagang bakso yang tidak bersalah. Sebelum kasus itu beredar, biasanya Nuri berpenghasilan antara Rp. 300.000,- sampai Rp. 400.000,- per hari. Tapi saat ini penghasilannya turun drastis, tidak mencapai setengah dari penghasilan biasanya.


Irjayanti mahasiswi prodi Ilmu Komunikasi Jurnalistik semester 3 yang akrab dipanggil Ije, turut berkomentar akan kasus tersebut. Menurutnya, para pedagang bakso oplosan itu benar-benar tidak bertanggung jawab. Selaku pecinta bakso, saat ini ia merasa takut untuk mengkonsumsi bakso lagi.


Ije mengatakan bahwa pemertintah harus bersikap tegas dalam menangani kasus ini. Ia berharap kasus ini segera berakhir supaya masyarakat tidak dihantui rasa takut lagi untuk makan bakso.

 

“Apalagi kita yang beragama Islam, rasa takutnya pasti lebih besar karena jelas-jelas Allah mengharamkan kaum musl
im untuk memakan daging babi. Jadi, saya sangat berharap oknum-oknum yang tak bertanggung jawab itu segera diamankan supaya tidak ada lagi kekhawatiran di benak masyarakat, “ ucap Ije.


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas