Lingkungan dan Kesehatan

Lewat Fotografi, IALI Perkenalkan Fungsi Taman

Pengunjung sedang melihat pameran foto karya peserta lomba fotografi yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI) di Jalan Sukarno, Kamis (25/2/2016). Melalui Lomba Fotografi se-Jawa Barat yang mengangkat tema mengenai "Aku dan Taman Kotaku" tersebut, IALI ingin berkontribusi dengan memperkenalkan fungsi taman ke masyarakat. (SUAKA/Restia Aidilia Joneva)

Pengunjung sedang melihat pameran foto karya peserta lomba fotografi yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI) di Jalan Sukarno, Kamis (25/2/2016). Melalui Lomba Fotografi se-Jawa Barat yang mengangkat tema mengenai “Aku dan Taman Kotaku” tersebut, IALI ingin berkontribusi dengan memperkenalkan fungsi taman ke masyarakat. (SUAKA/Restia Aidilia Joneva)

SUAKAONLINE.COM, Bandung – Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 38, Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI) mengadakan lomba dan pameran foto yang bertema “Aku dan Taman Kotaku” di jalan Sukarno, kota Bandung, Kamis (25/2/2016). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 foto terbaik dipamerkan. Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 08.00 – 16.00 WIB dan diisi dengan rangkaian acara diskusi panel mengenai penyelenggaraan taman kota bersama dinas-dinas pertamanan kota se-Jawa Barat.

Salah satu panitia lomba bidang Humas dan Publikasi, Lunalda Kanzaila menjelaskan bahwa IALI sudah ada sejak tahun 1978. Namun, selama ini ikatan profesi ini belum terlalu aktif. Maka, melalui lomba fotografi dan diskusi panel ini, IALI ingin berkontribusi dengan memperkenalkan fungsi taman ke masyarakat.

Berangkat dari ikatan profesi, IALI juga memperkenalkan profesi arsitektur. Arsitektur Lansekap merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari lingkungan. Jika arsitektur biasa lebih kepada manusia dan bangunan, arsitektur lansekap lebih menjurus kepada lingkungan dan tumbuhannya langsung, serta berhubungan dengan pertamanan.

“Di Indonesia itu masih minim arsitektur lansekap, paling juga menjadi sub bagian matakuliah. Jadi kalau arsitektur umumnya kepada bangunan, lansekap lebih kepada bagaimana pengelolaan tanah yang baik, jadi harusnya arsitektur lansekap dulu,” ujar Luna, saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Selanjutnya, Luna menjelaskan bahwa beberapa kota terus membuat ruang publik berupa taman untuk masyarakatnya, seperti Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Hal ini dinilai baik, mengingat fungsi taman sesungguhnya adalah sebagai paru-paru kota. Lebih dari itu, melalui foto yang mereka berikan, IALI ingin masyarakat bisa menggali dan merasakan manfaat taman sebagai fasilitas publik yang disediakan.

Baca juga:  Menanggulangi Hoax Dengan Jurnalisme Data

Luna juga menjelaskan, jika dibedakan, taman terdiri dari dua jenis yaitu taman aktif dan pasif. Taman aktif yaitu taman yang memang untuk masyarakat dalam beraktivitas, sedangkan taman pasif titik beratnya pada tumbuhan. ”Jadi saat ini kan taman di mana-mana ada, cuma masyarakat hanya sekedar tahu, belum mengulik lebih dalam mengenai apa sih fungsinya. Adanya pameran ini, IALI berharap, dengan masyarakat melihat, mereka bisa tahu lebih dalam bagaimana peran dan fungsinya taman,” lanjut perempuan lulusan Institut Teknologi Bandung tersebut.

Salah satu peserta lomba, Muhamad Aziz Muslim mengapresiasi adanya pameran foto tersebut. Menurut Aziz, lomba ini bisa memberi nilai edukasi serta banyak manfaat mengenai  taman yang ada di Bandung, baik taman sebagai sarana tempat bermain bagi anak-anak maupun dewasa. Aziz berharap agar kedepannya diadakan kembali lomba fotografi dengan tema yang mempunyai nilai edukasi. ”Semoga ada lagi pameran seperti ini, tapi temanya lebih memiliki nilai edukasi, karena saya sebagai pencinta seni fotografi sangat mengapresiasi lomba foto seperti ini,” pungkas Aziz.

Reporter : Restia Aidila Joneva

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas