Kampusiana

Bentuk Kepedulian, BEM-J SPI Ajak Beramal Melalui Seni

Wakil Dekan III Fakultas Adab dan Humaniora, Dadan Rusman memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Art of Charity , di Aula Fakultas, Jum’at (26/2/2016). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian BEM-J SPI terhadap anak terlantar dan masyarakat menengah ke bawah.(Awallina Ilmiakhanza/Magang)

Wakil Dekan III Fakultas Adab dan Humaniora, Dadan Rusman memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Art of Charity , di Aula Fakultas, Jum’at (26/2/2016). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian BEM-J SPI terhadap anak terlantar dan masyarakat menengah ke bawah.(Awallina Ilmiakhanza/Magang)

SUAKAONLINE.COM — Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak terlantar dan masyarakat menengah ke bawah, Departemen Seni dan Olahraga, Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN SGD Bandung membuka kegiatan amal, Art of Charity di Aula Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Jum’at (26/2/2016).

Dengan adanya kegiatan ini, ketua Organizing Commite (OC), Anisa Aulia mengajak seluruh civitas akademik jurusan SPI untuk berpartisipasi dalam mengurangi jumlah anak terlantar di Indonesia yang menyetuh angka 4,8 juta jiwa. Angka tersebut dianggap sebagai jumlah yang sangat mengkhawatirkan. Lebih lagi melihat kondisi Indonesia yang masih memiliki banyak masyarakat berekonomi menengah kebawah.

“Kerangka yang ingin diangkat, kami memadukan kegiatan yang mengandung olahraga, seni namun tidak terkesan hura-hura,” kata Anisa.

Sekertaris Jurusan SPI, Suparman menyambut baik dan bangga kegiatan tersebut. Pasalnya kegiatan ini dinilai sebagai bentuk gagasan dari mahasiswa yang dianggap mampu mengambil peran dalam perkembangan filantropi  (konsep peduli kepada sesama dalam islam). Selain itu, untuk mempelopori aktivitas kemasyarakatan guna menumbuhkan jiwa sosial melalui kreativitas sebagai penggeraknya. Terlebih, sebagai seorang muslim, sudah seharusnya menjunjung tinggi sikap kedermawanan.

“Minimnya rasa peka terhadap realitas yang ada, sudah sepatutnya berkaca kepada sejarah yang menunjang kepekaan jiwa-jiwa mahasiswa agar senantiasa bergelora memiliki jiwa sosial yang agung,” papar Suparman dalam sambutanya.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan Fakultas Adab dan Humaniora, Dadan Rusman. Dalam sambutannya, Dadan menjelaskan pemikiran Ibnu Khaldun dalam konsep filantropi. Dimana  kekayaan merupakan suatu konsep sosial. Prinsipnya, pengelolaan kaya dalam arti hidup sederhana untuk diri sendiri namun memiliki jiwa kedermawanan yang tinggi.

Baca juga:  Parkir Liar di Sekitar Kampus UIN Bandung

Namun masih banyak perguruan tinggi yang tidak membiasakan mahasiswanya untuk terjun langsung kedalam masyarakat secara intensif yang dinilai mampu mengurangi kecanggungan yang terjadi antara mahasiswa dengan masyarakat. “Keunggulan mahasiswa itu tidak hanya dalam akademik saja, melainkan juga kompetitif dan berakhlakul karimah. Berjiwa sosial tinggi dapat menjadi salah satu diantaranya. Dan perlu kita ketahui juga ada beberapa aspek yang dapat menumbuhkan jiwa sosial kita,” tambah Dadan.

Tiga aspek yang memotivasi kesadaran jiwa sosial seseorang, pertama, kesadaran beragama karena seluruh agama ideologinya mengajarkan umatnya untuk berjiwa sosial. Kedua naiknya aspek kesejahteraan, baik dari sudut pandang sosial maupun ekonomi akan mengajaknya untuk berdonasi kepada orang yang membutuhkan. Ketiga meningkatnya kelas menengah, dimana banyak lulusan sarjana yang menandakan akan tumbuh jiwa-jiwa sosial baru dimasyarakat.

“Diibaratkan sebuah simbol dari denyut nadi kehidupan dikampus, semakin banyak kegiatan positif dikampus maka akan terasa hidup. Dan kegiatan ini patut diapresiasi dengan baik,” tutur Dadan.

Kegiatan amal tersebut akan digelar selama tiga hari di tiga lokasi berbeda. Yakni pada Jum’at (26/2/2016) Di bawah Pohon Rindang (DPR) UIN SGD Bandung, Sabtu (27/2/2016) di Alun-Alun Ujung Berung dan Minggu (28/2/2016) di Car Free Day jalan Ir. Juandan (Dago) kota Bandung. Rencananya, seluruh dana yang terkumpul akan didonasikan ke Yayasan Yatim Piatu Arrahman Rusada, Cibiru usai seluruh rangkaian acara berlangsung.

Reporter : Awallina Ilmiakhanza / Magang

Redaktur : Edi Prasetyo

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas