Kampusiana

Perpustakaan UIN Bandung Gunakan RFID

Mahasiswa sedang menggunakan fasilitas perpustakaan UIN SGD Bandung, Rabu (2/3/2016). teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dan Optical Character Recognition (OCR) mulai diterapkan di perpustakaan ini.(Puji Fauziah/Magang)

Mahasiswa sedang menggunakan fasilitas perpustakaan UIN SGD Bandung, Rabu (2/3/2016). teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dan Optical Character Recognition (OCR) mulai diterapkan di perpustakaan ini.(Puji Fauziah/Magang)

SUAKAONLINE.COM – Perpustakaan UIN SGD Bandung mulai menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dan Optical Character Recognition (OCR). Teknologi pengumpulan data otomatis ini merupakan yang tercepat dalam perkembangannya. Teknologi tersebut menciptakan cara otomatis untuk mengumpulkan informasi suatu produk, tempat, waktu, atau transaksi dengan cepat dan mudah tanpa human eror.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Pusat Pelayanan Perpustakaan, Ija Sutana dalam Sosialisasi Layanan Mandiri Bagi Pemustaka, Rabu  (02/03/2016). Sosialisasi yang diselenggarakan di ruang seminar perpustakaan ini merupakan bukti kepedulian pihak kampus kepada mahasiswa.

“Perpustakaan kita sudah mempunya E-Skripsi, skripsi-skripsi yang sudah lama kini sudah bisa dibaca dalam bentuk E-Book, bisa dibaca melalui Android dan juga laptop tanpa harus membaca ke atas. Mahasiswa sudah bisa dengan mudah mengakses informasi melalui android,” kata Ija.

Sebelumnya, layanan proses peminjaman biasanya dilakukan menggunakan kartu. Pekerjaan tersebut memakan waktu yang cukup lama dan cukup rumit. Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi, sistem sirkulasi perpustakaan menjadi lebih canggih, menggunakan piranti yang otomatis.

Programmer yang membangun software RFID, Yayan, mempunyai tujuan untuk mempermudah mengidentifikasi buku yang telah dipinjam oleh mahasiswa. RFID merupakan teknologi pengumpulan data otomatis yang tercepat dalam perkembangannya.

Yayan menjelaskan, RFID menyediakan hubungan kedalam buku dengan jarak tertentu tanpa harus melihat secara langsung. Cara kerja RFID di perpustakaan, menggunakan chip yang ditempel pada buku. “Juga memudahkan dalam transaksi dan tidak memakan banyak waktu, cukup lima detik,” kata Yayan.

Baca juga:  Karena Opini, Idham Diarak PMII

Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable, yang dinamakan tag, dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirmkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau inrofmasi lainnya, dalam hal ini adalah buku.

“Tetapi RFID juga harus diperhatikan dari segi keamanan, dan biaya agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan sistem informasi yang diinginkan,” lanjut Yayan.

Tidak hanya UIN SGD Bandung, namun universitas-universitas lain juga menggunakan teknologi RFID ini. Seperti, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Allaudin Makassar, Fakultas Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjajaran (Unpad).

Reporter : Puji Fauziah / Magang

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas