Kampusiana

Cegah Penyalahgunaan, KRS UIN Bandung Punya Tampilan Baru

[Suakaonline]-Inilah contoh tampilan baru Kartu Rencana Studi atau KRS yang akan diperuntukkan bagi mahasiswa UIN SGD Bandung. Sekilas memang tampilannya terlihat tidak jauh berbeda dengan KRS yang terdahulu. Apabila dilihat lebih detail, perbedaannya terlihat dengan adanya penulisan beberapa kolom identitas melalui ketikan komputer dalam KRS yang baru, atau penulisannya tidak manual melalui tulisan tangan. Beberapa kolom identitas yang terisi tersebut yaitu, nama mahasiswa, NIM, semester, tahun akademik, fakultas, jurusan dan dosen pembimbing.


“Kebijakan mengenai KRS yang baru ini berawal dari adanya kasus penyalahgunaan KRS oleh beberapa mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung beberapa waktu lalu,” ujar Didi, salah satu staff bagian akademik saat ditemui di gedung Al-jamiah, Jum’at (04/01).


Berangkat dari kasus tersebut, maka bidang membuat kebijakan KRS baru. Kasus tersebut pula, menjadi suatu pelajaran bagi bidang akademik untuk membuat suatu program yang lebih memfasilitasi mahasiswa dengan sebaik-baiknya.


“Tujuan dari kebijakan mengenai KRS yang baru ini yaitu meminimalisir adanya penyalahgunaan KRS kembali,” ungkapnya.


Proses untuk mendapatkan KRS yang baru ini yaitu, pertama mahasiswa harus membayar biaya registrasi SPP dan Praktikum di BRI yang ada seluruh di Indonesia. Lalu mereka akan mendapatkan resi pembayaran. Setelah itu mereka  memberikan photocopy resi pembayaran kepada panitia akademik di gedung auditorium.


Lalu panitia akan memastikan dalam sebuah aplikasi tertentu, mengenai kebenaran mahasiswa tersebut telah membayar biaya registrasi. Setelah kebenarannya terlacak, panitia akan memberikan KRS yang telah terisi identitas mahasiwa tersebut. Lalu, mereka dapat mengisi rencana studinya di fakultas masing-masing.


Kebijakan tersebut mulai dijalankan pada bulan Januari 2013. Bagian akademik mengundang seluruh pihak untuk mendukung agar prosesnya berjalan dengan baik.


“Saya berharap dengan adanya kebijakan mengenai KRS baru ini, proses perkuliahan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Didi.


Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas