Kampusiana

Tak Hanya Cantik, Ini Syarat Menjadi Miss Ma’had

Empat Belas peserta finalis Miss Ma'had 2016 berpose di gedung baru Ma'had Al-Jami'ah UIN SGD Bandung (12/3/2016). (Puji Fauziyah/ Magang)

Empat Belas peserta finalis Miss Ma’had 2016 berpose di gedung baru Ma’had Al-Jami’ah UIN SGD Bandung (12/3/2016). (Puji Fauziyah/ Magang)

SUAKAONLINE.COM, — Banyak mahasiswi sekaligus santriwati Ma’had Al-Jami’ah UIN SGD Bandung yang bermimpi memakai mahkota Miss Ma’had Al-Jami’ah di kepalanya. Namun tentu bukan lah hal yang mudah untuk mewujudkannya.

Ketua pelaksana Pemilihan Miss Ma’had Nur Najmi mengatakan Miss Ma’had yang terpilih akan menjadi ikon Ma’had Al-Jamiah. “Tentu, Miss Ma’had yang tidak hanya cantik dalam segi fisik tapi juga dari segi intelektual, hafalan Al-Quran serta perilaku yang baik,” ujarnya, Sabtu (12/3/2016).

Najmi mengatakan ada pedoman khusus bagi Dewan Juri dalam menilai peserta Miss Ma’had. Pedoman itu dikategorikan menjadi empat kategori, antara lain nalar intelektual, bakat, tahsin Al-Quran (membaca Al-Quran), tahfidz (hafalan Al-Quran), dan kemampuan berbahasa Inggris dan Arab.

Pada ajang kecantikan di Ma’had Al-Jamiah ini terdapat tiga babak penyisihan hingga terpilihnya seorang Miss Ma’had. Dan ada enam gelar kategori untuk calon pemenang antara lain, Miss Ma’had (juara umum), Miss Tahsin dan Tahfidz, Miss Talent, Miss Language, Miss Fashion, dan Miss Favorite.

Ajang ini dijadikan sebagai sarana penunjukan kreatifitas dari para santri. Dengan mengusung tema Be Your Own Gold, para peserta dapat menunjukan keemasan yang ada dalam diri mereka. “Mereka itu punya sesuatu yang harus mereka tunjukan, dan ini awal untuk mereka menunjukan bakatnya,” ujar Najmi.

Hingga Sabtu (12/3/2016) kemarin, pemilihan sudah melewati babak penyisihan pertama. Dari ke- 28 peserta disaring menjadi 14 peserta yang berhak melanjutkan ke babak penyisihan kedua. Pada penyisihan pertama peserta ditantang Juri untuk menjelaskan motivasi, menunjukkan bakat, dan tahsin Al-Quran. Untuk babak kedua peserta akan diuji dengan tahfidz Al-Quran dan kemampuan berbahasa Inggris dan Arab.

Baca juga:  Segudang PR untuk Wisuda 68

Duta Bahasa Puteri UIN SGD Bandung 2015, Siti Kasmila sekaligus salah satu Juri Miss Ma’had mengharapkan, dengan berpartisinya para santri, dapat menjadi ajang penggalian potensi diri. Etika ketika berbicara serta sikap pun diperhatikannya dalam penilaian. “Diharapkan untuk peserta ini tidak hanya cantik tetapi kami sebagai Juri juga meniai dari etika, dan hafalan,” ujarnya.

Salah satu peserta Vida Rafida mengatakan dengan adanya ajang ini bisa menjadi media penyalur bakatnya dan mampu menginspirasi para santri di Ma’had Al-Jamiah. “Acara ini sangat menginspirasi teman-teman santri serta ajang permulaan untuk mengikut ajang selanjutnya,” ujar mahasiswi Jurusan Ilmu Quran dan Hadist ini.

Reporter: Yulita Bonita & Puji Fauziyah/ Magang

Redaktur: Ridwan Alawi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas