Sosok

Kehilangan Bukan Akhir Dari Segalanya

Dadan Hermawan, penyandang difabel yang menjadi pengrajin kaki palsu saat ditemui di tempat kejanya, Minggu (13/3/2016).

Dadan Hermawan, penyandang difabel yang menjadi pengrajin kaki palsu saat ditemui di tempat kejanya, Minggu (13/3/2016). (Laura Hilmi/Magang)

SUAKAONLINE.COM, — Berawal dari pengalaman 19 tahun lalu, Dadan Hermawan sempat berputus asa untuk menjalani hidup. Sedikit mengenang, dirinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya menjadi penyandang difabel. “Tepatnya tahun 1997 saya mengalami kecelakaan di jalan Margahayu Raya dan empat hari setelah di rawat inap kondisi kaki saya membusuk, dan akhirnya lebih baik diamputasi saja,” ujar Dadan, Minggu (13/03/2016).

Karena menyadang difabel, dirinya dikeluarkan dari tempat kerja. Namun, sebagai kepala keluarga, Dadan harus memberikan nafkah pada keluarganya. Ia tetap bekerja mulai dari pemungut sampah hingga menjadi kuli angkut bangunan. Dirinya meyakini bahwa kehilangan kaki bukan akhir segalanya.

Melihat orang-orang yang senasib dengannya, Dadan terdorong untuk menjadi motivator bagi mereka. Ia memberikan motivasi kepada penyandang difabel dengan melakukan pendekatan internal. Memberikan mereka arahan dan keyakinan bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi seseorang untuk berkarya. Akhirnya, pada tahun 2010, Lelaki 40 tahun ini mulai mendirikan tempat produksi kaki palsu. Hingga saat ini, dirinya memiliki 6 orang pekerja, 4 diantaranya penyandang difabel.

Dari situlah Dadan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka dengan merekrut untuk menjadi karyawan di tempat produksi kaki palsu miliknya. Selain itu, Dadan juga memberikan fasilitas tempat tinggal dan kebutuhan pokok bagi karyawan yang berasal dari luar kota Bandung.

Plang besar bertuliskan “Yayasan Difabel Mandiri Pengrajin Kaki Palsu” menunjukkan keberadaan yayasan yang didirikan oleh Dadan. Yayasan tersebut beralamatkan di Jalan A.H. Nasution Nomer 37 Rt.01 Rw.01, Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Disanalah Dadan memproduksi kaki palsu.

Kaki palsu produksi Dadan berbahan dasar khusus, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna. Harga kaki palsu produksi Dadan sangat fleksibel. Tergantung pada latar belakang ekonomi para pembeli. “Jika orangnya mampu biasanya saya patok harga 4 juta rupiah. Namun, jika tidak mampu bisa kurang atau bahkan gratis bagi yang benar-benar tidak mampu,” kata Dadan

Baca juga:  Menakar Arah Gerak Organ Ekstra di UIN Bandung

Pesanan kaki palsu Dadan tidak hanya berasal dari Kota Bandung, melainkan dari berbagai kota yang ada di Indonesia dan juga mancanegara seperti Jerman, Filiphina, Manila, dan Saudi Arabia. Saat Suaka berkunjung, berbagai kaki palsu siap untuk dikirim ke berbagai kota dan salah satunya Saudi Arabia. “Rencana Tuhan lebih indah, ya mungkin ini musibah bisa jadi berkah,” lanjut Dadan.

Karena kegigihannya melakukan kegiatan berbasis kepedulian sosial, membuat ayah dari lima orang anak ini dianugerahi berbagai penghargaan. Dadan juga kerap diundang oleh berbagai media untuk menjadi seorang inspirator dan motivator. Hal itu terbukti dengan piagam penghargaan dan foto kunjungan dari berbagai media menghiasi dinding ruangannya. Bahkan, Dadan juga diminta bekerjasama dengan pemerintah dalam program kaki palsu. “Saat ini ada pesanan dari Pemerintah Kota Manado sebanyak seratus pasang kaki palsu,” tambahnya.

Reporter : Laura Hilmi / Magang

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas