Infografis

Jajak Pendapat Kereta Cepat

Data : Tim Litbang LPM Suaka

layout : SUAKA / Ricky Priangga Subastiyan

Pembangunan kereta cepat dengan rute Jakarta–Bandung telah dimulai. Namun pembangunan tersebut menuai bermacam argumen dari publik, ada yang bersifat pro dan kontra. Berawal dari sekadar wacana, kereta cepat yang menempuh jarak Jakarta- Bandung dalam waktu 45 menit tersebut akan segera terealisi.

Dilihat dari berbagai pemberitaan, banyak pihak yang merasakan dampak dari pembangunan rel kereta tersebut. Diantaranya, merugikan petani gurem dan buruh di Bandung Barat, masuknya tenaga kerja dari negara lain yang akan menimbulkan ekspansi kependudukan, dan banyak hal yang harus ditilik dari proses kereta cepat tersebut.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan tim riset Litbang LPM Suaka terhadapa mahasiswa UIN SGD Bandung tentang pembangunan kereta cepat menghasilkan 61,22% responden menduga dampak negatif terjadi di bidang perekonomian. 61,8% berpendapat bahwa pembangunan kereta cepat akan berjalan lancar dan menguntungkan namun terkendala dana. 32,47 responden menyatakan ragu-ragu akan terjadinya dampak ekspansi penduduk dari negara lain. Sebanyak 77,48% responden setuju jika dilakukan peninjauan kembali dalam pembangunan kereta cepat.

Hasil riset tersebut menunjukan pembangunan kereta cepat perlu dilakukan peninjauan kembali untuk mengurangi dampak yang diduga terjadi pada warga setempat, meliputi lingkungan, dan mata pencaharian warga.

oleh : Tim Litbang LPM Suaka

 

Baca juga:  Wisuda ke 68, Mahmud : Adopsilah Filosofi Rumput
Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas