Kampusiana

Moka Bukan Hanya Ajang Kompetisi

A. Nanda Pangestika (dua dari kiri) dan Azmy Almas Dalila (dua dari kanan) terpilih menjadi Mojang Jajaka (Moka) Pendidikan Fisika 2016, Jumat (18/3/2016). Ajang pasanggiri tersebut merupakan rangkaian acara Gebyar Fisika Eureka (GFE) 2016 di Auditorium UIN SGD Bandung. (Gisna Maulida Q /Magang)

A. Nanda Pangestika (dua dari kiri) dan Azmy Almas Dalila (dua dari kanan) terpilih menjadi Mojang Jajaka (Moka) Pendidikan Fisika 2016, Jumat (18/3/2016). Ajang pasanggiri tersebut merupakan rangkaian acara Gebyar Fisika Eureka (GFE) 2016 di Auditorium UIN SGD Bandung. (Gisna Maulida Q /Magang)

SUAKAONLINE.COM – Mojang Jajaka (Moka) tidak hanya berfungsi sebagai ikon atau ajang kompetisi. Moka berperan dalam pengabdian pada masyarakat, pelestari kebudayaan, dan sebagai contoh yang baik bagi remaja lainnya. Selain itu, Moka harus memiliki adab sopan santun yang tinggi. Mulai dari adab cara makan yang baik, cara melayani tamu dan hal penting lainnya.

“Moka itu benar-benar hanya bagi mereka yang berpotensi, dimulai dari penampilannya, cara jalannya, tutur katanya, unjuk bakatnya dan wawasannya. Harus ada program satu tahun kedepan sebelum pemilihan moka yang baru,” kata Jajaka Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 2015, Cucu Mustarsidin, Jumat (18/3/2016).

Hal itu disampaikan Cucu saat menjadi juri dalam pemilihan Mojang Jajaka Pendidikan Fisika 2016 di Auditorium UIN SGD Bandung. Agenda tersebut merupakan salah satu rangkaian acara Gebyar Fisika Eureka (GFE) 2016 dan diikuti oleh 12 finalis dari setiap kelas.

Ketua Pelaksana, M. Ilham Argiansyah mengatakan tujuan diadakannya ajang pasanggiri Mojang Jajaka Pendidikan Fisika 2016 ini adalah untuk menggali talenta-talenta yang dimiliki oleh mahasiswa prodi Pendidikan Fisika, serta untuk menunjukkan bahwa mahasiswa fisika tidak hanya melulu soal rumus. “Moka harus punya pengetahuan yang luas tentang  fisika, kebudayaan dan keuinan . Selain hal itu, fisik hanyalah penunjang saja,” tutur Argi.

Penilaian dibagi pada dua tahap. Tahap pertama merupakan perkenalan 12 finalis serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri. Tahap yang kedua setiap finalis moka Pendidikan Fisika menampilkan bakatnya masing-masing.

Dalam perhelatan tersebut A. Nanda Pangestika dan Azmy Almas Dalila dari Pendidikan Fisika semester II kelas A terpilih menjadi Moka Pendidikan Fisika 2016. Argi mengatakan bahwa nantinya Moka Pendidikan Fisika yang terpilih akan mewakili Prodi Pendidikan Fisika dalam ajang pasanggiri Mojang Jajaka Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Argi mengatakan HMP Fisika akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk mengasah kemampuan dan pengetahuan moka yang terpilih kali ini. “Justru semester dua ini dapat digodok lebih matang karena katanya Moka Tarbiyah baru akan ada  dua tahun lagi, Alhamdulillah dapet yang semester II dua-duanya gitu, dua tahun kan cukup lama gitu ya biar bisa menang lagi di ajang moka Tarbiyah seperti tahun lalu,” tutur Argi.

Menurut jajaka terpilih, Nanda, moka merupakan amanat berat yang harus ia emban selama satu periode kedepan. Karena dengan terpilihnya ia menjadi Jajaka Pendidikan Fisika 2016, ia harus mampu menjadi ikon dan tauladan yang baik bagi seluruh warga Pendidikan Fisika. “Hal utama yang harus dimiliki oleh Moka adalah sopan santun, cerdas atau memiliki intelektual yang tinggi dan public speaking,” kata Nanda.

Setali tiga uang dengan Nanda, Mojang terpilih, Azmy mengaku sangat mengapresisasi amanat yang disematkan pada saya. Dirinya berjanji akan menjaga amanah ini dengan baik, memberikan yang terbaik bagi Pendidikan Fisika dan menjadi contoh yang baik bagi yang lain. “Dan saya harap walaupun kami merupakan tingkat bungsu, warga Pendidikan Fisika yang lain juga ikut mendukung kami,” ujar Azmy.

Reporter : Gisna Maulida Q / Magang

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas