Kampusiana

Muamalah Gelar Milangkala ke-22

Penampilan seni tari merak yang dibawakan oleh beberapa mahasiswa jurusan Muamalah dalam pembukaan Milangkala Muamalah ke – 22 di Auditorium UIN SGD Bandung, Senin (28/3/2016). (Elya Rafshanzani / Magang)

SUAKAONLINE.COM – Pemotongan tumpeng oleh ketua jurusan Muamalah, Sofyan Al Hakim menandakan dibukanya acara Milangkala ke-22 jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum di Auditorium UIN SGD Bandung, Senin (28/3/2016). Acara yang mengusung tema “Satu Hati Satu Rasa Untuk Muamalah Jaya” ini dihadiri oleh kurang lebih 200 mahasiswa dari jurusan Muamalah dan jurusan lain.

Menurut ketua pelaksana acara, Alfaz Muhazir, tema tersebut bertujuan agar mahasiswa dan mahasiswi Muamalah tetap memiliki sifat yang harmonis, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain dan tidak ada jarak di antara seluruh mahasiswa. “Keluarga kita sangat utuh, dan kita tidak ingin melepaskannya. Jadi, satu hati ini untuk mempersatukan keluarga muamalah. Dan untuk membentuk keluarga yang unggul dan sweeet berasal dari keluarga yang harmonis dengan cara menyatukan satu hati,” papar Alfaz.

Alfaz menambahkan, acara ini melibatkan semua mahasiswa perwakilan setiap kelas di jurusan Muamalah untuk menjadi panitia pada acara ini. Hal ini bertujuan untuk melatih dan membiasakan mahasiswa Muamalah agar siap terjun di masyarakat nanti.

Selaku Ketua jurusan Muamalah, Sofyan Al Hakim berharap, dengan adanya acara ini bisa membuat mahasiswa menjadi lebih intelek, yaitu dengan cara selalu berusaha menjadi yang terbaik. “Dengan cara yang baik yaitu dengan selalu belajar dan mengasah kemampuan mau itu Akademik maupun non akademik,” ujar Sofyan.

Pembukaan acara ini diisi dengan berbagai hiburan yang menarik. Pada acara kali ini dihadirkan tarian merak yang di lakukan oleh dua orang penari wanita. Acara ini juga dilaksakan hingga tanggal 14 April 2016 dan diisi dengan berbagai rangkaian acara. Selain itu, terdapat satu acara yang dapat diikuti oleh semua mahasiswa di UIN SGD Bandung, yaitu acara hijab. Acara puncak yaitu Gebyar Muamalah yang akan menampilkan berbagai rangkaian acara yang istimewa.

Baca juga:  Acep Zamzam Noor : Harus Ada Langkah Kongret Untuk Melestarikan Kesenian Sunda

Reporter : Novianti Setia Rahayu / Magang

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas