Lintas Kampus

Epic Java : Visualisasi Keindahan Alam dan Kebudayaan Pulau Jawa

 Suasana screening dan diskusi film Epic Java yang digelar oleh Layar Kita dalam memperingati hari Film Nasional di ruang utama Museum Konperensi Asia Afrika, Selasa (29/03/2016). (Dadan M. Ridwan / Magang)


Suasana screening dan diskusi film Epic Java yang digelar oleh Layar Kita dalam memperingati hari Film Nasional di ruang utama Museum Konperensi Asia Afrika, Selasa (29/03/2016). (Dadan M. Ridwan / Magang)

SUAKAONLINE.COM, Bandung – Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional, Komunitas Layar Kita bersama Museum Konferensi Asia Afrika (M-KAA) menggelar screening dan diskusi film di ruang utama museum KAA, Selasa (29/3/2016). Film yang diputar pada screening ini adalah film dokumenter Epic Java.

Epic Java adalah film non-naratif yang merupakan gambaran visual mengenai keindahan alam dan kebudayaan mayarakat pulau jawa. Film dokumenter ini menyuguhkan keindahan pulau jawa bagian barat, tengah dan timur dari sudut lain menggunakan teknik timelepse dan slow motion yang berbaur dengan musik yang serasi.

Screenwriter Epic Java, Galih Mulya Nugraha, mengaku, penggarapan film ini membutuhkan waktu satu tahun, dengan waktu pengeditan selama lima bulan. Menurut Galih dalam menikmati film setiap orang berbeda-beda. Seperti di scene terakhir, menampilkan atraksi sekelompok burung di atas batu karang yang dikejar oleh dua elang, yang di ambil secara natural dipadukan dengan slow motion, dengan durasi lebih lama dibanding scene yang lain. “Ada yang menikmati bagian itu, ada yang merasa jenuh, semua kembali ke pribadinya,” kata Galih.

Sejarawan, Hawe Setiawan, mengatakan bahwa, menikmati film tersebut merupakan suatu keindahan yang tak hanya di nilai dari objek yang dilihat dari mata secara langsung, namun juga bisa dilihat dari kamera. “Pembuat film ini pinter pilih anglenya, batu yang pernah saya lihat nampak lebih indah di film ini,” kata sejarawan alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran (Unpad) tersebut.

Baca juga:  Zulfa Hendri: Peluang UIN Bandung dalam Financial Market

Film besutan Embara film yang disutradarai oleh Febrian Nurrahman Saktinegara ini berhasil menyabet berbagai penghargaan, seperti penghargaan khusus film dokumenter pendek Festival Film Indonesia (FFI) 2013 untuk Epic Java, Epic Java Screening at Jakarta International Film Festival 2013, Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Epic Java as The Best Trailer and The Best Cinematography at Documentary Days 2012.

Sedangkan, Komunitas Layar Kita merupakan komunitas para penikmat film di Bandung yang terbentuk pada 1 Januari 2011. Terbentuknya komunitas ini berawal dari kegemaran untuk menonton film dan berdiskusi tentang film.

Reporter : Dadan M. Ridwan / Magang

Redaktur : Edi Prasetyo

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas