Politik dan Ekonomi

Kopma UPI Raup Keuntungan Rp 160 juta Per Bulan

[suakaonline]- Koperasi, siapa yang tak kenal lembaga keuangan ini. Lembaga keuangan yang berbasiskan kekeluargaan ini kian hari kian menjamur. Selain kekeluargaan, koperasi dinilai sebagian masyarakat sebagai lembaga keuangan yang lebih merakyat. Hal ini dikarenakan, koperasi lebih berkonsentrasi di ranah ekonomi mikro.

 

Koperasi yang banyak dilirik masyarakat yakni Koperasi Mahasiswa (Kopma). Dari puluhan Kopma yang ada dan konsisten menjalankan pergerakannya yakni Kopma Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Menurut Humas Kopma UPI, Reza Akbar (21), lembaga tempat ia bekerja dapat meraup laba bersih Rp 160 juta per bulan. Lanjutnya, laba bersih itu dihimpun dari 12 unit usaha.

 

“Yang cukup signifikan yakni dari usaha kantin, counter pulsa, perdagangan umum dan lain sebagainya,” ujarnya melalui surat elektronik, Senin (11/02).

 

Tambahnya, di UPI, Kopma menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terfaforit. Sekitar dua ribu mahasiswa tercatat menjadi anggota Kopma UPI. Dalam hal ini, Kopma UPI menjadi UKM dengan jumlah anggota terbanyak. Terbentuknya Kopma UPI berawal dari banyaknya kebutuhan mahasiswa dan civitas akademika akan alat-alat tulis. Namun pada masa itu, mahasiswa dan civitas harus rela keluar area kampus untuk mendapatkannya.

 

Berawal dari sanalah, beberapa mahasiswa membentuk usaha-usaha bersama. Dan dalam perkembangannya, beberapa kelompok usaha bersama tersebut, membentuk koperasi mahasiswa. Namun selama perjalanannya, Kopma UPI pun mengalami beberapa rintangan. Satu di antaranya masalah kaderisasi.

 

“Kendala yang kerap kami alami yakni masalah kaderisasi. Singkatnya masa jabatan juga sering menghambat program kerja pengurusnya. Kita dibebani berbagai program pengembangan Kopma sekaligus mengurusi kelembagaannya. Dalam hal ini, kaderisasi. Kita dituntut untuk melahirkan kader-kader yang berkualitas. Dinamika ini tentu berbeda jauh dengan koperasi pada umumnya,” paparnya.

 

Ketua koordinasi Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) wilayah jabar ini berharap Kopma yang ada di Indonesia bisa lebih mandiri. Tidak lagi bergantung pada kebijakan Universitasnya. Dan pihaknya membuka kesempatan bagi siapa saja yang hendak berkonsultasi atau sekedar bertukar pengalaman berkaitan perkoperasian mahasiswa.

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas