Pendidikan dan Budaya

Penjual Koran: Bertahan Demi Menjalin Silatuhrahmi

 

[Suakaonline]-Menjalin hubungan silatuhrahmi antar umat manusia merupakan hal sakral yang diajarkan Rasul SAW kepada para pengikutnya. Hubungan ini berupa hubungan kasih-sayang, tolong-menolong, berbuat baik, menyampaikan hak dan kebaikan, serta menolak keburukan dari kerabat.

 


“Hubungan tersebut merupakan hubungan emosional yang harus dipupuk agar menuai hasil yang manis yaitu kekerabatan,” Ucap Rini, salah satu penjual koran di Ujung Berung Bandung, Senin (25/13).

 

 

Banyak cara melakukan hal tersebut. Dalam lingkup kecil dapat dilihat perjuangan seorang penjual koran yang rela bertahan demi menjalin silatuhrahmi dengan para pelanggannya selama ini.

 

 

Sebagaimana yang disampaikan Rini bahwa sudah dua tahun menggeluti dan mencari nafkah sebagai penjual koran. Dan selama itu pula tidak ada yang didapatkan kecuali rasa lelah dan capek.

 


“Namun satu hal yang membuat saya bertahan bahwa semenjak saya menekuni profesi sebagai penjual koran. Maka saat itu pula saya mendapatkan banyak sekali keluarga dari berbagai kalangan di sekitar kota Bandung,” Ujarnya tersenyum puas, sambil melayani para pelanggannya dengan ramah.

 

 

Dalam hal pelayanan pun Rini memiliki cara efektif tersendiri. Yaitu mengutamakan kepentingan pelanggan dan pembeli lainnya dibandingkan kepentingan pribadi.

 

 

“Karena pelanggan sama halnya raja bagi saya. Dan Mbak Rini telah menerapkan kepada semua pelanggannya,” Ucap Tono salah satu pelanggan Rini yang merasa puas dan senang akan hal tersebut.

 


Terlebih bila melihat kenyataan perolehan hasil penjualan koran tersebut adalah sekitaran 30 ribu tiap harinya. Yaitu sekitar 15 % dari Rp. 200 Ribu kisaran hasil yang didapat setiap harinya.

 

 

Hasil itu pun digabung dengan hasil penjualan majalah serta tabloid. Karena selain berjualan koran seperti koran Kompas, Tribun, Galamedia, Pikiran Rakyat dll. Rini juga menjual  majalah, dari majalah anak-anak sampai dewasa, bahkan otomotif, serta tabloid. Karena sebagian besar uangnya Rini setorkan kepada pemilik usaha koran tersebut.

 

 

Majalah dan tabloid memberikan keuntungan tersendiri bagi Rini. Pasalnya, edisi khusus menyandang harga lebih mahal dibandingkan edisi biasa.

 

 

“Seperti Majalah Rumah yang bertajuk “Idea” memiliki harga 20 ribu untuk edisi biasa dan 30 ribu untuk edisi khusus. Begitu pula yang lain seperti Majalah Perkawinan, Majalah Remaja yang harganya berbeda antara yang satu dengan yang lain,” ungkap Rini.

 

 

Perempuan separuh baya ini pun merasa tidak terbebani menyandang profesinya sekarang. Karena semua produk yang dijual seperti koran, majalah dan tabloid tersebut merupakan milik kakaknya. Sehingga tidak ada campur tangan dalam hal modal memulai usaha tersebut.

 


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas