Lintas Kampus

Pilgub Jabar: Rieke-Teten Siap Gugat Hasil Pemilu Ke Mahkamah Konstitusi

 

[Suakaonline]-Hasil perolehan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat melalui rekapitulasi faktual yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat akan ditetapkan Minggu, 3 maret  2013.


Data yang berhasil dihimpun dari KPU Jabar pertanggal 2 Maret 2013, pasangan Cagub dan Cawagub Ahmad Hertawan dan Dedy Mizwar menempati urutan pertama dengan perolehan suara 5.568.883 (31,9%) diikuti oleh pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki dengan 5.008.834 (28,7%) suara lalu di posisi ketiga pasangan Dede Yusuf dan Lex Laksamana dengan perolehan 4.339.893 (25,2%) suara, kemudian pasangan Irianto Mahfudz Sidik Syaifuddin–Tatang Farhanul Hakim di posisi keempat dengan 2.169.742 (12,4%) suara dan pasangan Didik Maulana Raif Mansyur–Cecep Nana Suryana Toyib dengan hanya mendapat 301.828 (1,7%) suara dan berada diposisi buncit. Dari 74.948 dari 65.019 TPS atau 86,752 % suara yang sudah masuk.


Hasil ini hampir pasti menempatkan pasangan Aher-Dedy keluar sebagai pemenang Pilgub Jabar 2013. Namun pasangan Rieke-Teten yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDI-P) siap menggugat hasil Pemilu yang dikeluarkan oleh KPUD Jabar kepada Mahkamah Konstitusi.


Ditemui di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI-P Jabar , Jl.Pelajar Pejuang 45 No 1 , Kota Bandung tim pemenangan Rieke-Teten mengatakan gugatan yang akan dilayangkan oleh Rieke-Teten perihal pelanggaran pemilu dan kinerja KPUD Jabar yang dinilai buruk serta merugikan pasangan Rieke-Teten.


“Menang atau kalah, kami tetap akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi karena Pilgub ini tidak terselesaikan dengan baik, dari peran Cagub-Cawagub dan kinerja KPU,” ujar Dwi Putro, Kepala Kesekretariatan Pemenangan Reike-Teten saat diwawancara, Sabtu (02/03).


Rieke-Teten akan melakukan gugatan ke MK dengan mebawa fakta dan bukti yang telah mereka miliki. Gugatan yang akan dilayangkan mencakup beberapa kasus diantaranya tdak tersedianya TPS di seluruh rumah sakit, dan pabrik yang berada di Jawa Barat yang seharusnya mendapatkan fasilitas dan hak untuk memilih. Lalu, sosialisasi yang sangat minim serta surat undangan pemilu yang diberikan kepada pemilik hak suara yang baru diedarkan dua hari menjelang pencoblosan.


Pihak Rieke-Teten merasa KPUD Jabar tidak berupaya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi pada Pemilu Jabar dan akan membawa masalah ini ke Mahkamah Konstitusi. Pihaknya berharap Pimilu yang diselenggarakan berjalan dengan bersih dan Jawa Barat dapat berubah di semua lini.


“Sepakat, Pemilu harus bersih dan Jabar harus berubah disemua lini,” ucap Dwi.

 


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas