Kampusiana

Dies Natalis ke-48 UIN Bandung: Surat Al-Fath

Rektor UIN SGD Bandung Mahmud tengah menyampaikan sambutanya pada acara puncak Dies Natalis ke- 48 UIN SGD Bandung, Jum'at (8/4/2016) di Gedung Anwar Musaddad. Acara ini juga turut dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin.

Rektor UIN SGD Bandung Mahmud tengah menyampaikan sambutanya pada acara puncak Dies Natalis ke- 48 UIN SGD Bandung, Jum’at (8/4/2016) di Gedung Anwar Musaddad. Acara ini juga turut dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin. (Mohammad Aziz Pratomo/ Magang)

SUAKAONLINE.COM, — Rektor UIN SGD Bandung Mahmud mengaku diingatkan salah satu dosen Fakultas Ushuludin, Dies Natalis ke- 48 ini bertepatan dengan surat Al-Fath. Surat dalam Al-Qur’an ke- 48 ini memiliki arti kemenangan. Al-Fath juga menjadi surat petanda terbukanya kemenangan Islam di kota Konstantinopel tahun 1943.

“Sesungguhnya Kami (Allah) telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,” kutipan ayat pertama surat Al-Fath. Mahmud berharap ini menjadi isyarat terbukaannya kemenangan bagi UIN SGD Bandung dalam menggapai cita-citanya. Hal ini disampaikan Mahmud pada acara puncak Dies Natalis ke- 48 UIN SGD Bandung, Jum’at (8/4/2016) di Gedung Anwar Musaddad.

Dies Natalis tahun ini bertajuk Inovasi dalam Pembangunan Peradaban Islam. Tema ini menjadi langkah awal dalam pencapaian visi Kampus. UIN Bandung bercita-cita menjadi Perguruan Tinggi Islam Negeri yang Unggul dan Kompetitif di ASEAN pada Tahun 2025. “Ini merupakan cita-cita dari rektor-rektor terdahulu. Saat ini kami sedang melanjutkan semangat dari rektor terdahulu,” ujar Mahmud.

Perkembangan, lanjut Mahmud ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini kian komplek. Hingga dampaknya pada kebutuhan sumber daya manusia yang menjadi sangat kompetitif. Maka perguruan tinggi berperan aktif dalam pengembangan sumber daya manusia tersebut. Begitupun dengan IAIN SGD Bandung yang mencoba membuka diri dengan bertransformasi menjadi UIN.

Menurut Mahmud, meski banyak orang yang khawatir ciri keislaman Kampus ini akan hilang. Memang, “Sebelas tahun lalu banyak yang khawatir, namun sampai hari ini kekhawatiran tersebut belum terbukti dan kita berjanji hal tersebut tidak akan perah terbukti,” ujar Mahmud.

Baca juga:  FSH Juarai Kompetisi Futsal Tingkat Provinsi

UIN SGD Bandung telah mensejajarkan dirinya dengan perguruan tinggi lain. Baik nasional maupun internasional. Mulai dari peningkatkan sarana dan prasarana, SDM dan yang terpenting masih mempertahankan eksistensinya sebagai Kampus Islam bersemboyan Wahyu Memandu Ilmu dalam Bingkai Akhlak Al Karimah.

Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mengamini Mahmud. Ia juga menghimbau UIN Bandung tak hanya menjaga dan mempertahankan apa yang diwariskan para pendahulu, tapi harus bisa mengembangkannya.

Mahmud juga mengajak seluruh civitas akademika Kampus untuk berjuang bersama mewujudkan perguruan tinggi agama Islam negeri menjadi perguruan tinggi yang mampu bersaing di ranah global. “Tidak ada yang tidak mungkin. Kita akan raih selama kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan gagasan dan cita-cita bersama,” tegasnya.

Reporter: Dadan M. Ridwan/ Magang

Redaktur: Ridwan Alawi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas