Kampusiana

Karinding Fest Lestarikan Alat Musik Tradisional Sunda

Sejumlah musisi memainlan alat musik tradisional Sunda Karinding pada Karinding Fest yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Muamalah, Rabu (13/4/2016) di Gedung Abdjan Soelaeman UIN SGD Bandung. Dalam Karinding Fest juga Muamalah mengadakan seminar Mengenal Sejarah Karinding, Membagikan 100 Karinding bagi 100 pengunjung pertama dan Nabeuh Karinding Bareng (Bermain Karinding Bersama). (Yulita Bonita/ Magang)

Sejumlah musisi memainlan alat musik tradisional Sunda Karinding pada Karinding Fest yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Muamalah, Rabu (13/4/2016) di Gedung Abdjan Soelaeman UIN SGD Bandung. Dalam Karinding Fest juga Muamalah mengadakan seminar Mengenal Sejarah Karinding, Membagikan 100 Karinding bagi 100 pengunjung pertama dan Nabeuh Karinding Bareng (Bermain Karinding Bersama). (Yulita Bonita/ Magang)

SUAKAONLINE.COM, – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Muamalah UIN SGD Bandung berupaya melestarikan kesenian musik tradisional Sunda Karinding agar tetap dikenal oleh mahasiswa, masyarakat Sunda dan umumnya Indonesia. Karinding Fest, menjadi upaya Muamalah mewujudkannya, Rabu (13/4/2016) di Gedung Abjan Soelaeman.

“Karena itulah saya selalu mengingatkan kawan-kawan diseluruh Jawa Barat untuk terus aktif melestarikan karinding,” ujar salah satu personil kelompok Karinding Attack Kimung pada seminar Mengenal Sejarah Karinding. Karinding Fest ini juga termasuk dalam rangkaian acara Milangkala Muamalah ke- 22.

Ketua penyelenggara, Risco Komarudin mengatakan, Muamalah ingin mengembalikan pamor Karinding yang mulai tergerus zaman modern. Ia juga mengaku jenuh dengan festifal-festifal musik yang sering digelar di Kampus. “Saya ingin menaikan kembali pamor karinding dan ini merupakan acara musik pertama di UIN yang mengangkat karinding,” jelas Risco.

Dahulu Karinding digunakan petani mengusir hama yang mengganggu tanaman. Karena frekuensi suaranya dapat menyakiti pendengaran hama serangga. Karinding juga dijadikan permainan anak-anak kecil di desa, dan para pemudanya menjadikan Karinding sebagai alat musik penarik hati wanita. Memasuki tahun tujuh puluhan Karinding mulai ditarik ke ranah industri musik khas Sunda.

Karinding tak bisa sembarang dibuat. Pembuatannya harus disesuaikan dengan postur tangan dan jari penggunanya. “Artinya si pemain juga harus bisa membuat Karinding sendiri,” ujar eks Gitaris band metal Burgerkill itu.

Baca juga:  UKM Fokus Unpad Gelar Pameran Foto Pasar Tradisional

Tak hanya unik dengan suaranya yang khas. Karinding juga mengandung nilai filosofis tersendiri. Saat memainkannya, lanjut Kimung harus dengan rasa yakin, sabar dan sadar. Yakin dengan apa yang ia genggam dapat bermanfaat bagi sekitarnya. Teknik memainkannya membutuhkan kesabaran agar tabuhan iramanya syahdu. Setelah itu, maka kesadaran akan muncul, alunan suara Karinding sebagai suara milik penguasa alam yang harus dijaga.

Salah satu mahasiswa Jurusan Muamalah Nurunnajah mengaku tertarik dengan suara uniknya Karinding. Karinding juga menjadi pengetahuan baru bagi Nurunnajah. “ Sebelmnya gak tahu kalau Karinding itu apa.tapi setelah saya denger, Karinding suaranya unik gitu saya suka,” ujarnya (13/4/2016).

Reporter : Yulita Bonita/ Magang

Redaktur: Ridwan Alawi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas