Pendidikan dan Budaya

Simbol Perjuangan Soekarno yang Terlupakan

 

[Suakaonline]-Berukuran 2×2,5 m, ruangan itu tampak tua namun rapi. Siapa sangka, ruangan yang lebih pantas sebagai gudang tersebut dulunya adalah sebuah kamar tahanan proklamator kemerdekaan negara kita, Soekarno. Dan orang pun kembali tak akan menyangka jika melihat kondisi peninggalan sejarah ini yang kini dikelilngi ruko-ruko dan gudang tak terpakai.


Ironis memang. Tak banyak orang mengetahui mengenai simbol perjuangan sejarah Soekarno yang berada di Jalan Banceuy Bandung ini. Bangunan bersejarah ini memang terbilang terpencil, karena jika kita tak memperhatikan, orang akan luput melihat sebuah benteng tua kecil berwarna merah yang menjadi tanda adanya kamar tahanan Soekarno ini.


Benteng tua yang menjadi penanda ini pun hanya sebuah bangunan layaknya pos kamling, hanya saja sudah berusia ratusan tahun. Dengan melihat benteng ini, kita dihantarkan pada kamar tahanan Soekarno yang kini berada di balik tingginya ruko-ruko.


Awalnya, ruko-ruko ini merupakan sebuah komplek luas ruangan para tahanan yang memberontak pada zaman Hindia Belanda. Soekarno sendiri pun mendiami kamarnya pada tahun 1933 selama delapan bulan. Sayangnya, gedung-gedung peninggalan Belanda ini pada akhirnya dirobohkan dan kini hanya tersisa kamar tahanan Soekarno yang hanya seluas 7×7 meter.


Dirobohkannya gedung-gedung bersejarah ini pun menjadi saksi betapa minimnya perhatian kita terhadap sejarah bangsa Indonesia. Padahal Soekarno sendiri sudah berpesan, “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”.


“Bukan hanya masyarakat, walikota Bandungnya sendiri pun belum pernah mengunjungi tempat ini,” ujar Achmad, pemegang kunci kamar tahanan Soekarno yang sudah mengabdikan dirinya selama 28 tahun.


Ia pun mengaku prihatin karena tak ada seorang pun yang mau memelihara tempat bersejarah ini. Ahmad sendiri lah yang sampai saat ini mengumpulkan swadaya masyarakat untuk melakukan perbaikan pada tempat bersejarah tersebut. Yang lebih mengenaskan, ia sempat mengajukan permintaan perbaikan kepada Pemkot Bandung, namun sama sekali tak pernah diacuhkan.


 

Meski dijadikan cagar budaya, kamar tahanan Soekarno ini kini layaknya puing-puing bangunan tak berguna yang menunggu dirobohkan. Padahal tempat ini merupakan salah satu dari jejak perjuangan Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas