Epaper

Tabloid Edisi 3 November 2011

TABLOID NO.3/ TAHUN XXV/ EDISI NOVEMBER 2011

EDITORIAL

Sterilisasi dan Sikap Autis Rektorat

3Wacana sterilisasi kampus sempat bergulir di kalangan mahasiswa sejak rencana pembangungan kampus dimulai sekitar tahun lalu. Pada sat itu, para mahasiswa di beberapa fakultas sedang gencar-gencarnya diungsikan ke berbagai sekolah di sekitar kawasan yang dekat dengan Cibiru. Penyebabnya, karena gedung perkuliahan mereka mendapat giliran renovasi lebih dulu.

Sterilisasi pembangunan dilakukan di mana seluruh sivitas akademik tidak diperbolehkan memasuki area, termasuk melakukan aktivitas di dalamnya karena sedang mengalami perombakan bangunan fisik. Rencana sterilisasi tersebut memang tepat, karena selain mempermudah para kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan, juga menjamin kenyamanan dan keselamatan seluruh sivitas akademik dalam melangsungkan kegiatan di kampus.

Namun rupanya realisasinya tidak terlihat sampai detik ini. Dengan berbagai alasan, pembangunan malah madeg. Pun, ancang-ancang kepindahan sekretariat para aktivis kampus baru-baru ini diintruksikan. Penyebabnya, karena gedung Student Center sebentar lagi akan diruntuhkan. Namun lagi-lagi keluhan dari mahasiswa mucu. Pemberitahuan serta pertanggungajawabkan mengenai gedung pengganti dinilai mendadak.

Sungguh terlihat bahwa keseriusan para pemegang kebijakan dalam mengelola sebuah proyek besar ini sangat minim. kemudian, sikap plin-plan dari jajaran rektorat semakin santer terdengar. Banyak hal menjadi penyebab situasi ini. Mungkin salah satunya karena kita masih betah melestarikan “Budaya Kampungan”. Maksudnya, para birokrat kabarnya masih mengandalkan “kekeluargaan” dan “kompromi” dalam pengelolaan kampus.

Sejak awal, manajemen pengaturan mahasiswa atas dampak pembangunan memang sudah kacau. Mahasiswa masih dibiarkan lalu lalang di jalanan kampus, bersaing dengan debu dan truk-truk besar pengangkut bahan bangunan. Situasi yang sangat mengkhawatirkan, bukan?

Jika memang para jajaran birokrat sulit memaksakan ketegasannya, atau mereka menilai kagok untuk melakuku sterilisasi total karena beberapa fakultas serta beberapa unit al-jamiah nyatanya sudah terlanjur membuka kantor di area kampus- namun tetap harus ada solusi yang diupayakan.

Sebaiknya kembali pertegas pengawasan agar mahasiswa tidak sembarang masuk area kampus. untuk keperluan ke fakultas, berikan akses aman dengan cara membuka jalur khusus buat para sivitas akademik dan pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuannya, agar seluruh sivitas bisa sampai dengan sehat dan selamat pulang pergi dalam melakukan aktivitas di kampus.

Seharusnya rektorat bersikap lebih bijak. Hargai pengorbanan mahasiswa, yang tengah menanti pembangunan kampus hingga rampung. Jangan lupakan pemenuhan hak mahasiswa jika tak mau disebut pemimpin yang dzolim.

DOWNLOAD DI SINI

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas