Kampusiana

Jam ke-0, Solusi Kurangnya Ruang Kuliah

UIN Bandung

Dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM, — Diberlakukannya jam ke- 0 (nol) atau dimulainya perkuliahan pukul 06.00 pagi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), lantaran kurangnya ruang kuliah. FDK menjadi satu-satunya fakultas yang memulai perkuliahan pukul 06.00 pagi.

“Salah satu faktor yang mendasari berlakunya jam ke- 0 ini dikarenakan kelas yang tersedia tidak memadai dengan jumlah mahasiswa yang ada,” ujar wakil dekan III FDK, Dadan Suhardiana, Kamis (7/4/2016).

Dadan mengakui memang ruang kuliah FDK belum memadai sepenuhnya. Jam ke- 0 sendiri menjadi solusinya. Waktu perkuliahan lebih baik dipercepat daripada diperlambat, apalagi harus ada jam malam. “Lebih baik pulang cepat dari pada pulang lambat, karena tidak semua mahasiswa bermukim di sekitar kampus,” ujar Dadan.

Suaka menemukan sejumlah mahasiswa yang menegeluhkan jam ke- 0. Mereka mengatakan perkuliahan pada jam itu tidak efektif. Wakil dekan I FDK, Enjang AS juga menjamin kefektifan perkuliahan. “Masalah efektif atau tidaknya tergantung pada kesiapan mental mahasiswa dan dosen, sekalipun diberi jam 07.20 pasti ada alasan tersendiri mungkin jauh, macet, dan sebagainya,” ujarnya (7/4/2016).

Lecture Hall (LH) yang digunakan mahasiswa FDK sebagai ruang kuliah tambahan pada pukul enam pagi kerap kali masih terkunci. “Masalah gedung LH yang sering telat dibuka ketika di jam 6 pagi mungkin dikarenakan kurang sinkronnya antara pihak akademik dan pihak administrasi, karena di jam kerja normal sendiri dimulai jam setengah 8,” kata Dadan.

Dadan juga menjamin, semester depan mahasiswa FDK tidak akan lagi kekurangan ruang kuliah. Perkuliahan jam ke- 0 pun ditiadakan. Setelah Program Pascasarjana menempati gedung baru di kampus II, gedung Pascasarjana lama akan digunakan ruang kuliah bagi fakultas yang kekurangan kelas. ”Adapun yang kekurangan kelas bukan semua fakultas, tetapi hanya Fakultas Dakwah, FISIP, dan Adab,” sambungnya.

Baca juga:  FSH Juarai Kompetisi Futsal Tingkat Provinsi

Reporter: Fitri Febrianti/ Magang

Redaktur: Ridwan Alawi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas