Kampusiana

Mengawasi Media Penyiaran, Peran Mahasiswa Diperlukan

 

 

[Suakaonline]-Siapa yang tak mengenal televisi dan radio? Media penyiaran menjadi sesuatu yang tak asing lagi di kalangan masyarakat. Kini masyarakat sangat akrab dengan kehadiran media penyiaran yang semakin mudah untuk diperoleh dan terpaan media semakin berpengaruh pada karakter masyarakat.


“Karakteristik pesan televisi itu ada tiga, yaitu masuk ke otak tanpa dihantarkan, masuk tanpa pemikiran dan tidak memberi pemisahan pada khalayak,” ucap Dede Mulkan saat menjadi pembicara dalam Talk Show Media Penyiaran di aula Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Senin (8/4).


Apabila mengupas berbagai permasalahan terkait dengan penyiaran saat ini, aka nada banyak pertanyaan mengenai bagaimana peran KPID ketika siaran televisi yang tak layak tayang masih bisa muncul di layar kaca.


Neng Athia selaku ketua KPID Jabar menjawab bahwa sumber daya manusia yang disediakan tidak mencukupi untuk memantau semua tayangan televisi yang menjadi bagiannya.


“Televisi lokal saja sekarang jumlahnya di Jawa Barat telah mencapai 32, belum lagi televisi swasta, sedangkan SDM yang disediakan hanya 7 orang untuk tingkat provinsi, apa itu cukup?, jelas Neng Athia di waktu yang sama.

 

Neng Athia menyisipkan pesan agar mahasiswa sebagai kaum terpelajar dapat membantu mengawasi penyiaran yang kini tidak sehat. Dijelaskan bahwa KPID menerima laporan dan pengaduan tentang tayangan-tayangan yang tak layak. Diharapkan dalam membentuk masyarakat demokratis, masyarakatpun ikut menyuarakan tentang apa-apa yang tak layak ditayangkan.


 

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas