Kampusiana

Mencari Titik Temu Antara Sunni-Syiah

 

[Suakaonline]-Melihat persamaan dari Sunni dan Syiah menjadi tujuan digelarnya acara diskusi dan bedah buku ‘Kesesatan Sunni Syiah’ karya ustadz Muhammad Babul Ulum yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) UIN SGD Bandung.


Zulfi selaku sekretaris OC menuturkan bahwa bedah buku ini merupakan respon dari polemik yang sempat terjadi di Harian Republika.


“Penulis melihat tulisan di Republika lalu meresponnya dengan menulis buku ini”, ujarnya.


Buku yang ditulis oleh Babul ini cukup mengundang perhatian berbagai kalangan, mengapa tidak, dari judulnya saja sudah konroversial. Meskipun Babul mengaku awalnya  judul buku ini bukan Kesesatan Sunni Syiah.


Selama ini, isu yang beredar di masyarakat adalah tentang perbedaan-perbedaan sunni dan syiah yang dianggap saling bertentangan satu sama lain dalam segi metode penafsirannya. Dalam diskusi pun sempat ada perbedaan pandangan antara penulis dengan salah satu narasumber yakni Engkos Kosasih yang juga merupakan salah satu dosen Hadist di UIN Bandung.


Menurut Muhammad Babul Ulum, antara Sunni dan Syiah itu terdapat  90% persamaan, dan 10% perbedaan, namun hal ini dibantah oleh Engkos Kosasih yang mengatakan sebaliknya.


Mengapa hal ini bisa terjadi karena perbedaan dari segi ushul itu sampai kapan pun tidak dapat disatukan hanya yang bersifat ta’awun saja yang masih bisa sejalan. Namun disini keduanya tetap mengedepankan sisi toleransi dari perbedaan tersebut.


“Semoga kampus ini menjadi pelopor kerukunan sama siapa pun dan kedamaian sama siapa pun,” harap Engkos.


Sementara itu, menurut Zulfi, perbedaan sudut pandang adalah hal yang sah-sah saja karena setiap orang memang mempunyai pandangan yang berbeda. “Kita sama-sama Umat Muslim dan ingin mencari kebenaran bersama dan jangan dijadikan sebagai hal yang menyebabkan terpecah belahnya umat Islam,” jelasnya.


Hal ini, kata Zulfi bukan menunjukkan mana yang sesat dan mana yang benar karena pada hakikatnya sesama umat muslim sama-sama mencari kebenaran.


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas