Kampusiana

Tugas Ganda Moka Biologi sebagai Moka Saintek

Mojang Jajaka (Moka) fakultas Saintek terpilih Hana Hanifah dan Muhammad Dzaky Al-Fawwaz berfoto bersama juri usai pemilihan, Kamis (12/5/2016) di Aula Student Center UIN SGD Bandung. Hana dan Dzaky juga merupakan Moka jurusan Biologi. (Ayu Isnaini/ Magang)

Mojang Jajaka (Moka) fakultas Saintek terpilih Hana Hanifah dan Muhammad Dzaky Alfawwaz berfoto bersama juri usai pemilihan, Kamis (12/5/2016) di Aula Student Center UIN SGD Bandung. Hana dan Dzaky juga merupakan Moka jurusan Biologi. (Ayu Isnaini/ Magang)

SUAKAONLINE.COM, — Meski tak menyangka akan terpilih sebagai Mojang dan Jajaka (Moka) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN SGD Bandung, Hana Hanifah dan Muhammad Dzaky Alfawwaz menyadari tugas baru yang diembannya sebagai Moka fakultas. Keduanya pun merupakan pasangan Moka jurusan Biologi.

Dewan Mahasiswa (Dema) fakultas Saintek menetapkan keduanya sebagai Moka pada Kamis (12/5/2016) di Aula Student Center (SC). Pemilihan Moka ini menjadi salah satu rangkaian acara Saintek Artchipelago.

Hana mengaku tak menyangka akan mendapatkan gelar Mojang ganda. Atas paksaan dari teman-temannya Hana maju untuk pemilihan Moka jurusan Biologi. “Seminggu kemudian ada event ini (pemilihan Moka Saintek- Red), nah disusruh lagi mewakili Biologi,” ujar mahasiswi Biologi semester dua itu.

Dari pengalaman Hana dan Dzaky sebagai Moka Biologi, kedua seraya menyadari tugas barunya untuk mengenalkan Saintek kepada masyarakat umum. “Kan masyarakat itu kenalnya UIN itu ya yang agama-agama. Bahkan ada pertanyaan, emang ada fisika di UIN? Ada Biologi di UIN? Nah mungkin itu yang jadi tugas kita,” ujarnya.

Dzaky pun turut memantapkan diri. Mulai dari hal-hal terkecil yang menjadi aspek penting pondasi dasar dalam mengenalkan fakultasnya. Ini menjadi misi pribadi Dzaky.

Salah satu mahasiswi Teknik Informatika, Diana Fakkih mengatakan sangat mengapresiasi dan mendukung acara itu. “Mojang Jajaka itu akan menjadi ciri khas dari fakultas kita tentunya,” ujar mahasiswi semester empat ini.

Ketua pelaksana Ihsan Abdurahman mengatakan tak ada syarat khusus bagi peserta pemilihan ini. Karena setiap peserta merupakan pasangan utusan masing-masing jurusan fakultas Saintek. Sedangkan dalam penilaiannya, ditentukan dari 30 persen aspek intelektual, 30 persen kecakapan, 10 persen suporter, 10 perse voting, 10 persen attitude, dan penampilan.

Baca juga:  Kuliah Umum Hindu bersama Religious Studies

Ihsan juga mengatakan intelektual dan kecakapan menjadi aspek dengan poin paling tinggi. Mengingat Moka terpilih akan menjadi tauladan dari mahasiswa Saintek itu sendiri. Hingga pengetahuan mengenai sains, teknologi, keagamaan maupun umum yang diimbangi dengan kemampuan retorika yang baik menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki.

Tahapan seleksi dimulai dengan catwalk dan unjuk bakat. Dilanjutkan dengan uji intelektualitas hingga pemaparan inovasi yang akan dikembangkan jika terpilih menjadi Moka Saintek.

Reporter: Ayu Isnaini/ Magang

Redaktur: Ridwan Alawi

1 Comment

1 Comment

  1. Arief FH

    11 Juni 2016 at 10:51

    Perlu ada kajian syar’i untuk pemilihan MOKA. Apakah ini sesuai dengan adab dan syariat Islam? atau hanya ikut2an orang lain (barat) untuk ekploitasi hal2 tertentu dari manusia?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas