Kampusiana

Realitas Baru Hippies di Anniversary ke- 18 Jurnalistik

Salah satu pasangan peserta lomba Fashion Show dengan tema Hippies turut memeriahkan Anniversary ke- 18 jurusan Jurnalistik UIN SGD Bandung, Jum’at (13/5/2016) di Gedung Abjan Soelaeman. Dalam perayaan ini seluruh hadirin mengenkan dress code (kostum) bergaya Hippies, hingga mampu menghadirkan realitas baru zaman Hippies tahun 60-an. (Mohammad Aziz Pratomo/ Magang)

Salah satu pasangan peserta lomba Fashion Show dengan tema Hippies turut memeriahkan Anniversary ke- 18 jurusan Jurnalistik UIN SGD Bandung, Jum’at (13/5/2016) di Gedung Abjan Soelaeman. Dalam perayaan ini seluruh hadirin mengenkan dress code (kostum) bergaya Hippies, hingga mampu menghadirkan realitas baru zaman Hippies tahun 60-an. (Mohammad Aziz Pratomo/ Magang)

SUAKAONLINE.COM, — Kultur sosial yang pernah nge-trend kisaran tahun 1960-an di Amerika Serikat, Hippies, muncul kembali Jum’at malam (13/5/2016) pada Anniversary ke- 18 jurusan Jurnalistik UIN SGD Bandung. Hippies memang cenderung mengutamakan kebebasan. Dari itu, kebebasan berkreatifitas tanpa batas menjadi tema milad ini.

Ketua pelaksana Januar Arhanda mengatakan Hippies sebagai lambang kebebasan. Kaum Hippies atau Hippie itu berkarya sesuai hati mereka tanpa ada batasan apapun. “Nah dari situ saya berharap dengan tema ini bisa menstimulus kreatifitas warga Jurnalistik agar bisa terpacu lagi,” ujarnya.

Gedung Abjan Soelaeman dipenuhi dekorasi dan aksesoris ala Hippies yang penuh warna dan kain aksen rumbai. Ada juga photo both berlatar mobil klasik Volk Wagen (VW) Combi yang cenderung menjadi rumah bagi kaum nomaden Hippie.

Realitas baru era Hippies kian terasa kental. Setiap mahasiswa yang datang mengenakan busana ala musisi Hippie, seperti Janis Joplin dan Jimi Hendrix. Kaos motif ikat celup, rompi, dan baju aksen rumbai-rumbai menambah kesan nyentrik. Banyak juga yang memakai ikat kepala warna-warni, dan kacamata bulat ala John Lennon.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Jurnalistik Adi Maulana Ibrahim mengharapkan mahasiswa Jurnalistik tetap menjungjung tinggi solidaritas dan kekompakan. Tetap menjaga dan meningkatkannya. “Delapan belas tahun, kita semua harus berjuang untuk mengharumkan nama baik Jurnalistik. Dan kekeluargaan yang utama,” ujarnya.

Baca juga:  Parkir Liar di Sekitar Kampus UIN Bandung

Bagi Adi dengan menggelar kegiatan seperti ini dapat membangun tali kekeluargaan dan kekompakan. “Acara ini tidak hanya hura-hura, tapi esensinya itu untuk kebersamaan Jurnalistik dan sebagai jalan untuk mempererat tali kekeluargaan,” ujar Adiw, sapaan akrabnya.

Adiw sadar bertambahnya usia Jurnalistik, berarti bertambah pula tantangannya. Ia pun mengakui tantangan itu tak akan Jurnalistik lewati tanpa adanya kontribusi mahasiswa Jurnalistrik lainnya. Kritik dan saran akan Adiw senantiasa terima. ”Jika saya berfikir sendiri tidak akan maju, jadi saya tampung aspirasi mereka dan dijadikan wadah,” ujar Adiw.

Reporter: Dadan M. Ridwan/ Magang

Redaktur: Ridwan Alawi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas