Sosok

Mevi Rosdian : Cinta Budaya, Sentuhan Langsung Dengan Masyarakat

Mevi Rosdian (dok. Pribadi)

Mevi Rosdian (dok. Pribadi)

SUAKAONLINE.COM, — Mencintai budaya menjadi bagian penting bagi perjalanan hidup Mevi Rosdian. Banyak hal yang dapat ia petik dari kebudayaan. Baginya, budaya menjadi sarana untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sejak kecil, ia sudah dikenalkan dengan berbagai kearifan budaya khususnya budaya Minangkabau.

Bertempat tinggal di lingkungan Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) yang saat ini berganti nama menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, membuat Mevi banyak mengetahui seluk beluk budaya lokal Minangkabau. “Pengalaman manis disaat bisa sukses mempromosikan , menjaga, kebudayaan kita dan di apresiasi oleh semua pihak. Pahitnya disaat karya itu tidak di apresiasi dengan baik,” ujar Mevi, Selasa (17/5/2016).

Ekspedisi di beberapa daerah ia lakukan agar mengetahui nilai-nilai kearifan sebuah masyarakat, peradaban, serta ilmu pengetahuan. Hal tersebut tak lepas dari dukungan orang tua, teman, dan pemerintah. “Semuanya mendukung penuh, sebab mereka tahu sepertinya ini sudah menjadi jalan kehidupan saya, berbagai saran selalu saya dapat agar tetap berada di jalan yang baik dalam perjalanan ini,” lanjutnya.

Meskipun sejak kecil Mevi sudah dikenalkan dengan budaya, namun secara profesi ini ia tekuni dari tahun 2002. Selama berkecimpung di bidang budaya, ia telah menjelajah berbagai daerah di Indonesia, seperti Riau, Bangka Belitung, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Barat, bahkan ke luar negeri juga. Ia berperan sebagai penggerak, motivator serta pelaku langsung. Untuk daerah di luar Sumatera Barat, ia lebih menitik beratkan kepada aspek promosi, khususnya promosi kebudayaan Minangkabau.

Karya-karyanya sudah tak asing lagi bagi kalangan budayawan. Tahun 2015, salah satu karyanya yang bertajuk Pertujukan Budaya Silek Lanyah, di ekspos oleh berbagai media cetak dan staiun televisi.

Baca juga:  Persiapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan

Melalui karya-karya itulah dirinya mengajak agar generasi muda Indonesia bisa mencintai budaya dan melestarikannya. Di tengah kemajuan teknologi, ia mampu menyeimbangi budaya tradisi dengan  modern agar tetap  seimbang. “Ambil sisi positifnya baik tradisi maupun yang modern, sebab kebudayaan itu sangat dinamis sekali,” kata Aktifis Budaya dan Penyuluh Budaya Kemdikbud RI ini.

Selain kepiawaiannya di bidang kesenian dan kebudayaan,  Ia juga aktif di dunia fotografi dan perfileman. Baginya, rintangan saat menjadi budayawan adalah menghadapi konflik budaya. “Budaya itu bentuknya dinamis, dinamika yang berhubungan dengan manusia dan  masyarakat merupakan kendala yang sering ditemukan,  terkadang banyak kepentingan-kepentingan di dalamnya yang melenceng dari idealnya, tujuan aktifitas kebudayaan itu sendiri,” lanjutnya.

Seiring dengan kemajuan teknologi, ia lebih memandang budaya saat ini sebagai budaya digital. sebagai manusia indonesia yang memiliki nilai- nilai kearifan lokal sendiri sedapatnya bisa menyeimbangkan budaya tradisi dengan budaya modern dengan mensinergikan kebudayaan modern itu untuk menjadi media pemelihara kebudayaan tradisi. Karakter sebuah bangsa ditentukan oleh budaya yang biasa mereka jalani.

Reporter : Delvia Yosa Amanda

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas