Infografis

Penertiban Pedagang Kaki Lima di Kota Bandung

Desain : SUAKA / Ricky Priangga S

Desain : SUAKA / Ricky Priangga S

SUAKAONLINE.COM, — Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bandung masih terus meningkat dan bertambah setiap tahunnya. Berdasarkan data yang didapatkan tahun 2014, menurut survei yang dilakukan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerjasama dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung di lima titik yaitu Gasibu, Tegalega, Sukajadi, Burangrang, dan Cicadas terdapat 11.000 PKL dengan beraneka jumlah dagangan.

Pada 2016 ini jumlah PKL masih meningkat  dikarenakan masih adanya penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung bersama petugas Satpol PP beberapa waktu lalu. Dalam waktu dua tahun, 2014 sampai 2016, PKL di Kota Bandung belum bisa ditertibkan, justru semakin banyak. Adapun tindakan yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan penggusuran, pengambilan barang dagangan secara paksa, denda terhadap pedagang dan pembeli, serta penetapan zona merah yang masih belum efektif menertibkan PKL di Kota Bandung.

Bulan Maret 2016 lalu misalnya, penggusuran kembali dilakukan dengan cara yang sama di Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Senin (14/3/2016). Para Satpol PP menertibkan PKL yang berjualan di depan Bandung Elektronic Centre (BEC) dan merelokasi PKL di area parkir luar BEC, dengan tujuan penggusuran yaitu menertibkan dan mengembalikan fungsi jalan serta trotoar sebagai fasilitas publik.

Tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota dan Satpol PP pada PKL Purnawarman juga dilakukan terhadap PKL di lima titik di atas, dan kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona merah seperti Alun-Alun Bandung dan Bandung Indah Plaza. Namun PKL masih saja menepati lokasi terlarang dengan alasan bahwa di lokasi tersebut mereka banyak mendapatkan keuntungan, adapun tempat relokasi yang diberikan Pemerintah tidak sesuai dan mengurangi hasil pendapatan para PKL.

Baca juga:  Kuliah Umum Hindu bersama Religious Studies

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2014 di lima titik Pedagang Kaki Lima (PKL) yakni Gasibu, Tegalega, Sukajadi, Burangrang, dan Cicadas didapatkan hasil sebagai berikut:

Jumlah PKL di empat lokasi yaitu Cicadas, Tegalega, Sukajadi dan Burangrang  yaitu 9.118 dengan pembagian :

  • 76,21% laki-laki
  • 23,79% perempuan

Pelaku PKL

  • Usia produktif 25-34 tahun 32,12%
  • Usia 15-24 tahun 14,77%
  • Usia di atas 55 tahun 8,06%

Pendidikan PKL

  • Tidak Sekolah : 287 orang
  • SD : 2.544 orang
  • SLTP : 3.255 orang
  • SLTA : 2.890 orang
  • S1 : 66 orang
  • S2 : Tidak ada
  • S3 : Tidak adA

Asal PKL

  • Sunda : 7.764 PKL
  • Jawa : 904 PKL
  • Batak : 93 PKL
  • Padang : 220 PKL
  • Ambon : 11 PKL
  • Lainnya (Batam, Palembang, Lampung) : 126 PKL

 

Sumber : Litbang Suaka, Hasil survei Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Penataan Bappeda Kota Bandung tahun 2014 (Bisnis.com)

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas