Pendidikan dan Budaya

Vakansi: Nilai Kearifan Lokal Kampung Dukuh

[Suakaonline]-Matahari belum terbit utuh. Hanya sapuan warna jingga di langit timur. Burung-burung lapang berkicau, angin leluasa berhembus, unggas bebas bersuara. Anak-anak Dukuh mengaji sejak subuh berkumandang. Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar di surau sederhana itu.


Begitulah suasana pagi di Kampung Adat Dukuh. Meskipun hanya dengan penerangan lampu tempel, warga kampung Dukuh tetap fasih membaca dan menghafal Al-Quran.


Kearifan Lokal serta kesederhanaan menjadi ciri khas masyarakat Kampung Dukuh. Ya, kampung yang terletak sekitar 120 KM dari kota Bandung ini, merupakan kampung adat yang masih memegang teguh unsur tradisi dan budayanya.


Akulturasi budaya dengan agama yang mereka yakini menjadi salah satu daya tarik dari Kampung Dukuh. Agama islam yang mereka anut menjadi pedoman dan pandangan hidup masyarakat Kampung Dukuh. Praktis ketentuan hukum syara berlaku disana.


“Kampung dukuh sepeninggalan Syekh Abdul Jalil sudah menerapkan ketentuan Syara di penerapan kehidupannya” ujar Lukman (63) kuncen sekaligus Ketua Adat Kampung Dukuh.


Pria yang akrab disapa Mama Uluk ini pun menambahkan bahwa kesederhanaan menjadi ciri khas dari kampung ini, karena dengan bermewah-mewahan akan membawa kita ke dalam jurang kekufuran.

 

Adalah Syekh Abdul Jalil yang menjadi aktor dalam membangun Kampung Dukuh. Kampung Dukuh sudah berdiri sejak abad ke-16. Ia membawa ajaran agama islam setelah belajar di mekkah 15 tahun lamanya. Ia menyebarluaskan agama islam hingga wafat dan dimakamkan di gunung yang terletak disebelah utara kampung tersebut. Maka dari itu arah utara menjadi yang paling di hormati masyarakat adat setelah arah kiblat.


Menuju Kampung Dukuh


Kampung Dukuh terletak di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Terletak sekitar 120 KM dari kota Bandung. Untuk menuju ke sana kita hanya bisa menggunakan transportasi pribadi dan mobil elf saja. Butuh waktu sekitar 6 jam jika kita berangkat dari kota Bandung.


Untuk transportasi pribadi, yang paling memungkinkan adalah dengan menggunakan sepeda motor, mengingat faktor keadaan jalan yang rusak yang dapat menghambat laju kendaraan jika menggunakan mobil pribadi. Selain itu, alternatif kendaraan lain yakni dengan menggunakan Elf, cukup membayar ongkos RP. 75.000 kita udah bisa sampai ke Kampung Dukuh. Elf dengan trayek Leuwi Panjang-Garut-Cikelet (kp. Dukuh).Di perjalanan setelah kota garut menuju Kampung Dukuh, kita akan disuguhi dengan pemandangan alam yang bisa membuat kita terpesona akan kuasa tuhan. Belum lagi hamparan kebun teh bak permadani seakan memikat mata siapa saja yang melihatnya. Setelah perjalanan dengan jalan berliku dan berkelok, kita sampai di kecamatan Cikelet.


Dari Cikelet, kita harus menempuh jarak sekitar 9 KM dengan keadaan jalan yang dipenuhi batuan besar serta menanjak, karena lokasi Kampung Dukuh berada di atas gunung. Jika kita menggunakan kendaraan umum seperti elep, kita akan berhenti sampai kecamatan Cikelet saja. Untuk menempuh perjalanan ke atas, jasa ojek bisa menjadi pilihan mencapai Kampung Dukuh. Cukup dengan biaya 15.000 saja kita bisa diantar dan sampai di Lokasi.


Untuk kendaraan sepeda motor, kita bisa menggunakan jalan setapak di sisi jalan dengan track yang cukup baik bila dibandingkan dengan jalan utama.


Setelah menanjak dan melalui jalan dengan bebatuan besar sejauh 9 KM. kita akan bertemu dengan tugu yang menunjukan letak Kampung Dukuh, tidak jauh dari sana sekitar 500 M dengan jalanan yang menurun, kita sudah bisa sampai di Kampung Dukuh luar.


Untuk memasuki Dukuh dalam, kita harus berjalan lagi sekitar 100 M dari Dukuh Luar. Yang membatasi dan menandakan Dukuh Dalam yaitu adanya pagar pembatas.

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas