Politik dan Ekonomi

Wanita Berpolitik, Bawa Modal Pendidikan dan Pengalaman

[Suakaonline]-Doktor Universitas Indonesia Manneke beranggapan fenomena menjamurnya calon pemimpin daerah dan wakil rakyat dari kalangan wanita di Indonesia bukanlah gelombang feminis yang baru. Fenomena ini sudah lama ada dan berawal dari dunia barat.


“Sebenarnya wanita-wanita yang bekerja didalam bidang politik dan pekerjaan lainnya, mereka tidak berniat untuk menggeser posisi pria-pria. Namun, ada rasa dalam diri wanita bahwa mereka bisa, wanita merasa dirinya bisa seperti apa yang para pria lakukan dalam pekerjaan yang dimaksud,” ujar Manneke saat ditemui di Aula UIN SGD Bandung, Senin (03/06) .


Menurutnya, untuk meyakinkan para pemilih, bakal calon dari kaum wanita telah menyiapkan sesuatunya dengan sebaik mungkin. Umumnya mereka membawa modal pendidikan yang baik dan pengalaman yang luas. Kedua hal ini yang sangat wanita tunjukkan sebagai bahan pertimbangan untuk pemilihnya.


Disinggung mengenai kodrat wanita yang memiliki batasan khusus. Manneke berpendapat bahwa sebenarnya batasan-batasan tidak hanya diperuntukkan untuk wanita saja. Namun, para pria pun memiliki batasan-batasan khusus yang mungkin memiliki kesamaan atau perbedaan dengan kaum wanita.


“Biarkanlah wanita juga berprestasi. Biarkan pula wanita berkarir dalam bidang politik, asalkan jika mereka ingin terjun dalam bidang politik, setidaknya beri batasan bahwa wanita harus memiliki pendidikan yang baik dan pengalaman yang luas,” ujar Manneke.


Manneke berpandangan bahwa, masyarakat akan menilai para calon pemimpin daerah dan wakil rakyat tersebut dari dua hal. Pertama, masyarakat akan menghargai keyakinan yang kuat dari wanita tersebut untuk menjadi seseorang yang penting dan berguna dalam masyarakat. Kedua, masyarakat akan menilai seberapa diakuinya wanita tersebut untuk menjadi calon pemimpin daerah dan wakil rakyat.

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas