Kampusiana

Mahasiswa Tolak SK Penetapan Perpanjangan Pembayaran SPP

Pengumuman pembayaran SPP/Praktikum/UKT semester ganjil 2016-2017 ditutup yang ditempel di Bagian Keuangan Al-Jamiah.

Pengumuman pembayaran SPP/Praktikum/UKT semester ganjil 2016-2017 ditutup yang ditempel di Bagian Keuangan Al-Jamiah.

SUAKAONLINE.COM, — Mahasiswa lama UIN SGD Bandung menolak peraturan baru terkait kebijakan keterlambatan pembayaran SPP dalam  SK Rektor UIN SGD Bandung Nomor: 115/UN.05/11.3/KU.00.3/06/2016 tentang Penetapan Perpanjangan Pembayaran Uang Kuliah Tunggal, Uang SPP, dan Praktikum Bagi Mahasiswa Lama.

Pasalnya pada poin kedua SK itu ditetapkan perpanjangan pembayaran uang kuliah mahasiswa lama hingga tanggal 24 Juni 2016, dan setelah tanggal itu tidak ada lagi perpanjangan dengan alasan apapun.

Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan Keuangan Kepegawaian (AUP2K) UIN SGD Bandung, Jaenudin mengamini hal itu. Dihubungi melalui selulernya, ia mengaku ada 300 mahasiswa lama dari semester tiga, lima, dan tujuh yang terlambat registrasi ke bank. Mahasiswa itu, lanjutnya harus menjalani cuti kuliah selama satu semester. “Boleh disebut cuti paksa karena terjerat keputusan rektor,“ ujarnya.

Salah satunya Delvia Yosa Amanda, mahasiswa semester dua jurusan Jurnalistik merasa sangat keberatan dengan kebijakan ini. Menurutnya kebijakan ini tidak ada sosialisasi yang jelas. “Saya baru tahu peraturan ini. Saya tidak mau cuti hanya karena telat bayar SPP,” tegasnya, Rabu ( 29/6/2016).

Delvia menjelaskan alasan keterlambatannya. Ia mengatakan, kondisi ekonomi keluarganyalah membuat ia terlambat membayar. “Dengan keadaan seperti ini dan ditambah dengan kebijakan ini saya jelas menentang,” tegasnya.

Tak hanya Delvia, Isma Dwi Ardiyanti pun tak menyetujui kebijakan ini. Isma mengaku semester lalu ia terpaksa cuti kuliah dengan alasan ekonomi kini ia terpaksa cuti kembali. Padahal, semester ini ia berniat untuk kuliah. “Semester lalu saya cuti karena keadaan keluarga. Kalau terpaksa cuti karena telat bayar kuliah, saya tidak terima,” ujar mahasiswi jurusan Jurnalistik semester lima itu, Rabu, (29/6/2016).

Baca juga:  Sistem Kontrol KKN Gunakan Line Here

Berdasarkan release Aliansi Peduli Mahasiswa UIN SGD Bandung  keputusan tersebut tidak sesuai dengan  Undang-undang Pendidikan Tinggi (UUPT) No. 12 tahun 2012 Pasal 3 tentang Asas Pendidikan Tinggi pada poin (d) Keadilan, (f) Kebajikan, dan (i) Keterjangkawan.

Pada Bab II Bagian I tentangPrinsip dan Tanggungjawab Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi pasal 6 poin (b) Demokrasi dan Berkeadilan serta tidak diskrimimatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia,nilai agama, nilai budaya, kemajemukan, persatuan dan kesatuan bangsa. Poin (i) Keberpihakan pada kelompok masyarakat kurang mampu secara ekonomi.

Bagian II paragraf III tentang Sivitas Akademik pasal 13 poin (4) Mahasiswa berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, potensi,dan kemampuannya.

Dan Bab IV Bagian I tentang Fungsi dan Peran Perguruan Tinggi pasal 58 poin (2) Pendanaan Pendidikan Tinggi dapat juga bersumber dari biaya pendidikan yang ditanggung oleh mahasiswa, sesuai dengan kemampuan orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.

Aliansi ini pun menilai hal ini sebagai klausul atau ketentuan tersendiri dari suatu perjanjian. Mereka mengajak mahasiswa UIN Bandung untuk bersatu bersama untuk menuntut pencabutan SK tersebut.

Reporter: Fitriani Utami Dewi

Redaktur: Ridwan Alawi

3 Komentar

3 Comments

  1. Bulbul

    30 Juni 2016 at 00:59

    Beritanya kurang greget nih. Isu penting ini harus terus dikawal..

  2. Zayn al Abany

    30 Juni 2016 at 14:28

    Selama ini mahasiswa anggap enteng soal bayar spp. Sering anggap sepele. Bebrapa tmn saya ada yg bayar spp 1 bulan setelah jadwal yg d tetapkan. Tp gk ada sanksi apapun. Ini jadi shock therapy. UIN nunjukin sikap tegas dr aturan yg udh d buat.

    Terkait uang, bagian keuangan pernah mrnyampaikan, kalau ada mahasiswa yg gk sanggup bayar silahkan hubungi bagian keuangan. Bawa beberapa syarat. Ntar boleh kuliah tanpa bayar spp. Atau jg banyak lembaga sosial yg siap nalangin biaya kuliah kalau emang gk ada uang, kyk BMK Telkom, Dompet Duafa. Dll.

    Dn untuk kejelasan aturan mengenai spp ini, apa konsekuensi telat bayar spp, dll. Itu ada di buku Panduan Akademik. Kalau mahasiswa pada baca buku PA pas dia jadi maba bakal tau dn gk mengkambinghitamkan sosialisasi.

    Yuk introspeksi diri, dukung UIN lebih baik. Nuhun

  3. Ahmad Siberi

    1 Juli 2016 at 00:10

    SPP UIN Bandung paling murah sedunia! Masa gak bisa siap-siap jauh-jauh hari ngumpulin duit 1-2 jutan doang per semester! Sudah dikasih murah pengen boleh telat pula! Mikir!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas