Hukum dan Kriminal

Aksi Pantomim di Bandung Ingatkan Kasus Pelanggaran HAM

[Suakaonline]- Dalam upaya menyadarkan masyarakat akan berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia sejak 1965 hingga kini yang belum terselesaikan, Mixi Imajimimetheatre Indonesia melakukan aksi pantomim kamisan di depan Gedung Sate Bandung, Kamis (18/07).


Ini kali pertamanya Mixi Imajimietheatre Indonesia menggelar aksi diam selama satu jam pada sore hari di depan perwajahan istana Jawa Barat Gedung Sate Bandung. Dengan berwajah khas pantomime berwarna putih, pakaian yang serba hitam dan payung hitam, terhias dengan ejumlah tulisan mengenai pelangaran-pelanggaran HAM di Indonesia.


Ketua imajimimetheatre, Wanggi, menuturkan aksi tersebut merupakan aksi melawan lupa sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kasus pelanggaran HAM di Indonesia.


“Kami dapat sebuah energi dari temen-temen jakarta di jaringan solidaritas korban untuk keadilan pelanggaran HAM, kita dapat informasi terkait itu dan kita tindak lanjuti dengan konsep pantomime kamisan,” katanya kepada Suaka, Kamis(18/07).


Sudah hampir enam dasawarsa, aksi ini diawali oleh Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) di kota DKI Jakarta yang dilakukan setiap hari kamis, Mereka adalah para keluarga korban yang bergabung dengan aktivis, masyarakat, tokoh dan mahasiswa.


Rupanya, aksi tersebut lahir akibat pengabaian presiden dan pemerintah akan penuntasan kasus pelanggaran HAM. Mereka sudah mengirim surat kepada Presiden SBY sebanyak 300 kali dan sebanyak 300 kali pula surat mereka diabaikan.


Mixi Imajimimetheatre Indonesia melakukan aksi di Bandung dengan menularkan energi ”melawan lupa”, karena isu tentang kemanusiaan saat ini dinilai sudah hilang oleh sebagian masyarakat.


“Banyak hanya hal-hal yang mengambang dan  tidak dipedulikan lagi oleh pemerintah dan masyarakat, jadi kita mencoba untuk mereferensikan, mengingatkan kembali, menyadarkan masyarakat tentang kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia masih belum tuntas,” pungkas Wanggi menutup pembicaraan di sore hari itu.


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas