Lintas Kampus

Gelar Kain Nusantara : Surganya Kolektor Kain

Seorang pengrajin kain tengah berada di pameran Gelar Kain Nusantara di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung, Rabu (3/8/2016). Dalam pameran ini terdapat sekitar 90 tenant, pengrajin dan pengusaha kain seluruh Indonesia. (SUAKA / Nuru Fitry)

Seorang pengrajin kain tengah berada di pameran Gelar Kain Nusantara di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung, Rabu (3/8/2016). Dalam pameran ini terdapat sekitar 90 tenant, pengrajin dan pengusaha kain seluruh Indonesia. (SUAKA / Ibnu Fauzi)

 

SUAKAONLINE.COM, Bandung — Indonesia sebagai negara yang terdiri dari banyak pulau dengan keberagaman suku dan budaya, tentu memiliki ciri khas masing-masing setiap daerahnya, termasuk kain. Melihat hal tersebut, Gelar Kain Nusantara mengumpulkan sekitar 90 tenant, pengrajin dan pengusaha kain seluruh Indonesia dalam sebuah pameran. Seperti dari Madura, Pekalongan, Yogyakarta, Solo, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, hingga NTT. Pameran ini berlangsung di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung, mulai Rabu (3/8/2016) hingga Minggu (7/8/2016).

Kain yang disuguhkan beragam, seperti batik, bordir, ulos, songket, sasirangan, juga tenun. Tak hanya kain, pameran ini juga menyuguhkan beragam kerajinan tangan dan batu permata. Harga yang ditawarkan beragam, mulai 50 ribu hingga puluhan juta rupiah.

Menurut Event Manager Gelar Kain Nusantara, Mario Sugih, kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat potensi kain nusantara yang jarang terekspos dan mengangkat perekonomian para pengrajin kain. Salah satunya contohnya ialah pengrajin batik nusantara yang mulai diserang oleh batik palsu (print). Dengan harga yang lebih murah, batik palsu tersebut menjatuhkan para pengrajin batik. Menurut keterangannya, batik merupakan proses pembuatan menggunakan tangan dan lilin. Sedangkan batik palsu ialah batik yang diprint menggunakan mesin.

“Masyarakat seharusnya lebih aware terhadap kain nusantara. Misalnya batik, banyak yang pakai tapi gak sadar itu batik asli atau bukan,” ujarnya, Rabu (3/8/2016).

Dalam sambutannya pimpinan Krishna Studio, sekaligus penyelenggara Gelar Kain Nusantara, Ghandi Sugandi mengatakan bahwa kain khas Nusantara atau kain tradisional Indonesia merupakan salah satu karya seni terbaik Indonesia yang tak ternilai harganya.

Baca juga:  Kritik Toleransi yang Intoleran

Selain itu, Istri Walikota Bandung, Atalia Praratya yang turut membuka kegiatan ini, berharap agar masyarakat lebih mencintai dan menghargai produk dalam negeri. Ia mengapresiasi pameran ini dan serta berharap kepada masyarakat Bandung dan sekitarnya yang datang dapat terpacu untuk membuat karya serupa. “Ini juga salah satu cara mempertahankan budaya,” ujar Atalia.

Salah satu desainer songket asal  Palembang, Zainal Arifin turut mengapresiasi pameran ini. Menurutnya, dengan adanya pameran ini semoga desainer dan pengrajin lebih giat membuat produk terbaru. “Supaya masyarakat makin cinta produk Indonesia dan mencintai warisan budaya,” kata Zainal.

Reporter : Nuru Fitry

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas