Kampusiana

KRS Online Fidkom dinilai Lelet

[Suakaonline]-Kemujuan teknologi di era hempasan globalisasi menuntut setiap pelayanan kampus bergerak lebih maju. Saat ini hampir di setiap Fakultas yang ada di UIN SGD Bandung sudah menerapkan sistem Kartu Rencana Studi (KRS) Online, salah satunya ialah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Fidkom).


Alih-alih mencoba untuk lebih maju dalam pelayanan, sistem KRS online di Fidkom yang sudah mulai berjalan dua tahun ini acap kali bermasalah. Masalah terjadi mulai dari “ngaconya” mata kuliah tidak sesuai dengan yang dipilih oleh mahasiswa,  hingga sulit diaksesnya portal KRS online.


Bahkan memasuki awal semester ini saja mahasiswa yang akan melakukan pengisian KRS online disulitkan karena pengisian belum dapat  dilakukan oleh mahasiswa. Menaggapi masalah ini, Abdul Aziz Ma’arif staf Simdak Fidkom angkat bicara. “Belum dapat diaksesnya KRS online ini, dikarenakan belum dikerjakan data nilai para mahasiswa,” katanya saat di temui Suaka, Rabu (31/7).


Leletnya sistem KRS online yang berlaku di Fakultas Dakwah Dan Komunikasi bukan terjadi kali ini saja, buntut masalah sistem KRS online ini menuai kekecewaan dari  para mahasiswa. Hal ini diutarakan oleh Resza Yushardiansyah salah satu mahasiswa ilmu komunikasi  hubungan masyarakat semester 7 saat ditemui di waktu yang sama.


“Kalau di bilang menghambat ya pasti, karena sampai saat ini kita belum bisa mengisi krs-nya” ucapnya.


Permasalah ini semakin bertamah karena mahasiswa di haruskan  mengisi KRS manual di kertas lalu dikumpulkan kembali,  “Secara sistem sih hal ini belum maksimal bagi mahasiswa, lebih efesien sih pengIsian KRS lewat online,” tutur Resza.


“Kita juga pengennya cepat, sistem KRS online di Fakultas Dakwah Dan Komunikasi sendiri,  hanya dapat di kelola oleh pak Dadan Sutisna sedangkan kami belum bisa,” ucap Abdul Aziz Maa’arif . Dadan Sutisna sendiri bukanlah staflah di fakultas Dakwah dan Komunikasi . “ iya jadi ini bukan salah simdak,” ucapnya bergeming.


Kepastian kapan mahasiswa di Faklutas Dakwah Dan Komunikasi dapat mengakses dan mengisi KRS online mendapat titik terang dan kejelasan. Pihak simdak, lewat Abdul Aziz Ma’arif  menjelaskan bahwa KRS online baru dapat di akses oleh mahasiswa selepas hari raya Idul Fitri atau tanggal 20 Agustus mendatang. “ iya, tanggal 20 Agustus sudah bisa di akses oleh mahasiswa” tambahnya.


Harapan akan sebuah sistem yang baik sangat menjadi dampaan setiap mahasiswa, hal ini di amini oleh Resza Yushardiansyah. “Masalah ini harus segera di selesaikan, harus segera di perbaiki sistem yang ada entah itu manual atau online,”  pungkasnya.

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas