Kampusiana

UIN Bandung Raih 7 Medali di PIONIR VI

[Suakaonline]-PIONIR ke VI di Banten, sukses dijadikan wadah untuk mendulang prestasi bagi para kontingen UIN SGD Bandung. Tujuh medali yang terdiri dari satu medali emas, dua medali perak, dan empat medali perunggu berhasil dibawa pulang oleh perwakilan mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti lomba yang berbeda.


Satu-satunya medali emas dipersembahkan oleh Wahyu Saripudin yang memenangkan juara I perlombaan Musabaqah Karya Ilmiah Al-Quran (MKIQ). Wahyu akhirnya berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan sebanyak 10 kontingen lain di final. Mahasiswa yang menjabat sebagai ketua Senat Fakultas Tarbiah dan keguruan ini mengaku merasa bahagia bercampur haru juga hampir tak percaya bisa mempersembahkan medali emas bagi almamater tercinta.


“Kekuatan doa dari orang tua, teman-teman, guru yang membuat semua ini terjadi, bersyukur bisa memberikan sesuatu untuk UIN SGD,” ungkap Ketua senat yang akan segera mengakhiri jabatannya ini, Sabtu (24/08).


Untuk kategori putri, UIN Bandung berhasil meraih medali perunggu yang diwakili oleh Iis Nuraisyah Jamilah, mahasiswi jurusan akhir Bahasa dan Sastra Arab.


Prestasi juga diraih dari cabang Bola Voli putra dan putri, dengan mempersembahkan 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Mereka akhirnya berhasil menduduki juara 2 dan 3 setelah mengarungi pertarungan sengit melawan IAIN Tulong Agung bagi kategori putri, dan IAIN SMH Banten bagi kategori putra. Walaupun akhirnya tidak mendapat medali emas, mereka mengaku sangat bersukur dan bersemangat karena mendapat banyak dukungan dari mahasiswa UIN yang meramaikan pertandingan sengit mereka memperebutkan juara 3.


Supporter itu sudah seperti pemain tambahan bagi kami, merekalah yang membangkitkan semangat kami ketika tertinggal poin dari lawan,” ujar Iqbal Tawakal, salah satu pemain voli cabang putra.


Bukan hanya mereka, kontingen dari cabang perlombaan silat dan badminton berhasil mempersembahkan medali untuk kampus tercinta.


Sedangkan untuk mata lomba Debat bahasa Arab dan Bahasa Inggris, masing-masing tim hanya lolos hingga tahap semifinal. Salah satu peserta dari cabang lomba debat Bahasa Arab, Sri, menjelaskan karena kurangnya bimbingan dari coach dan pihak panitianya sendiri yang banyak mengganti mosi debat menjadi pengaruh besar kurang maksimalnya performa saat debat.


“Selain itu sih, intinya kurang berdoa dan karena battle dengan mahasiswa-mahasiswa yang jauh lebih berpengalaman,” ungkap mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini, Sabtu (24/08).


Walaupun tidak menjadi 5 besar perolehan medali terbanyak, tentunya medali yang dibawa pulang oleh para kontingen akan menjadi prestasi yang sangat membanggakan. Sementara itu, juara umum PIONIR VI 2013 ini adalah sang tuan rumah, IAIN SMH Banten, disusul oleh UIN Jakarta, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Malang, dan UIN Jogjakarta.


Prestasi yang mereka raih tentunya dapat dijadikan motivasi khususnya bagi mereka juga bagi kita sebagai sama-sama civitas akademika UIN Bandung agar bisa lebih baik dan menggaet lebih banyak penghargaan. Seperti yang diutarakan Wahyu, bahwa UIN harus bangkit, dan harus menjadi juara umum. Apresiasi dari pimpinan dan lembaga sangat mempengaruhi motivasi dan juga semangat bagi para mahasiswa. Jadi, mari sama-sama harumkan nama kampus tercinta!


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas