Kampusiana

PMII Kabupaten Bandung Harapkan Oknum Aparat Jera

[Suakaonline]- Tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat keamanan negara menyulut emosi dan massa aksi naungan PMII Cabang Kabupaten Bandung. Demi menyuarakan solidaritasnya, puluhan mahasiswa melakukan Long March pagi ini (28/8). Menempuh rute Kampus UIN SGD-Kapolda Jabar-Kampus UIN SGD, massa aksi berharap Kapolda Jabar mau membuka mata atas tindak kekerasan yang dilakukan Oknum Kapolres Indramayu.

 

“Awalnya dari kasus penggusuran lahan tani di Indramayu demi pembuatan Waduk Gadung. Serikat Petani Indramayu (SPI) berdemo soal penolakan penggusuran yang diavokasi oleh PMII Cabang Indramayu. Namun dalam aksi tersebut mereka mengalami tindak kriminal dan kekerasan dari pihak kepolisian dan preman setempat,” papar Rizal, salah satu masa aksi yang menjadi anggota PMII Kabupaten Bandung.

 

 

Rizal sangat menyayangkan adanya tindak kekerasan oleh Oknum Kapolres Indramayu tersebut. Tak tanggung-tanggung, hal ini menyebabkan puluhan massa aksi babak belur dan 48 kendaraan massa aksi rusak parah. “Belum lagi ada 9 orang petani yang dipenjarakan aparat,” tambah Mahasiswa UIN SGD yang masih berada di tingkat 4 ini.

 

Massa aksi menuntut Polda Jabar memberikan sanksi soal ketidakwaspadaan Kapolres Indramayu dalam mengkondisikan aparatnya. “Intinya demo kita, menyuarakan tanggung jawab akan kekerasannya,” ungkap Rizal. Baginya dan massa aksi lain, yang paling penting adalah memberikan efek jera agar tidak ada aparat yang menggunakan kuasanya secara semena-mena pada rakyat kecil. Pasalnya, kejadian kekerasan oleh oknum aparat terhadap rakyat kecil bukan terjadi sekali-dua kali. Padahal tentu banyak cara yang dapat dilakukan aparat untuk menghalau massa yang dianggap ‘menentang’.


 

Di luar dari sikap tegas penolakan atas kekerasan oknum aparat, Rizal juga mengutarakan penolakan terhadap penggusuran karena tidak ada sosialisasi sebelum penggusuran lahan dimulai. “Kitapun menolak aksi penggusuran tersebut karena di dalamnya terdapat manupulasi dan tidak ada sosialisasi sebelumnya. Mata pencaharian utama mereka digusur begitu saja,” jelas Rizal. Asumsi terdapatnya manipulasi ini dikarenakan tidak adanya transparansi dari pihak aparat kepada petani.

 

“Jika aksi ini gagal dan tidak didengar, maka kami (PMII Kabupaten Bandung, red) akan merangkul PMII Jawa Barat akan menggelar aksi solidaritas yang lebih besar,” tegas Rizal mengakhiri.

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas