Kampusiana

Technical Meeting OPAK Dinilai Kurang Kondusif

Ribuan mahasiswa baru UIN SGD Bandung mengikuti technical meeting sebelum pelaksanaan Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK) 2016 di Aula Anwar Musaddad, Sabtu (27/8/2016). OPAK yang diikuti 5.915 mahasiswa tersebut akan dilaksanakan pada Senin (29/8/2016) hingga Rabu (31/8/2016) dan fasilitas yang dibagikan berupa ATK dan kaos OPAK. (SUAKA / Rendy M. Muthaqin)

Ribuan mahasiswa baru UIN SGD Bandung mengikuti technical meeting sebelum pelaksanaan Orientasi Pengenalan Akademik Kemahasiswaan (OPAK) 2016 di Aula Anwar Musaddad, Sabtu (27/8/2016). OPAK yang diikuti 5.915 mahasiswa tersebut akan dilaksanakan pada Senin (29/8/2016) hingga Rabu (31/8/2016) dan fasilitas yang dibagikan berupa ATK dan kaos OPAK. (SUAKA / Rendy M. Muthaqin)

SUAKAONLINE.COM, – Technical Meeting yang diadakan Panitia Penyelenggara Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) 2016 dinilai kurang kondusif oleh mahasiswa baru. Pasalnya, kegiatan yang diadakan di Aula Anwar Musaddad, Sabtu (28/08/2016) tersebut tidak sesuai dengan jadwal yang telah diberitahukan pada peserta OPAK.

Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 06.30 pagi tersebut, ternyata baru dimulai sekitar pukul 08.00. Seperti yang dikatakan salah satu mahasiswa baru jurusan pendidikan Agama islam Raisya Fauziyah Rahma. Ia mengaku telah datang tepat waktu sesuai pemberitahuan yang sebarkan. Namun, kegiatan tidak dimulai sesuai pemberitahuan.

“Harusnya ada pemberitahuan dulu sebelumnya atau ada kertas yang ditempel biar tahu titik-titik pembagian fasilitasnya, jadinya kita bisa langsung ikut intruksi. Terus juga tadi mulai acaranya ngaret kan harusnya jam setengah tujuh sudah mulai tapi tadi sekitar jam delapan baru mulai,” ujar Raisya.

Selain itu, informasi yang disampaikan panitia terkesan kurang merata. Mahasiswa baru jurusan Sastra Inggris, Anita Febrianti, mengeluhkan pemberitahuan informasi mengenai OPAK yang kurang jelas serta kurang tanggapnya panitia dalam menjawab pertanyaan mahasiswa baru. “Karena tidak bisa masuk semua kedalam gedung semua. Harusnya pengeras suaranya ditambah lagi, terus pas dikontek di Facebook ke panitia, ga dijawab,” keluh Anita.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pelaksana OPAK, Mochammad Fahmi Adi mengatakan bahwa kapasitas gedung Anwar Musaddad yang hanya mampu menampung sekitar 4000 orang menjadi kendala kurang optimalnya kegiatan technical meeting. Akibatnya, sebanyak 5.915 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut harus berdesakan dan banyak yang tidak mengetahui informasi dari panitia mengenai OPAK. “Malam hingga pagi hari mempersiapkan fasilitas OPAK, sehingga terjadi keterlambatan mulainya acara technical meeting OPAK,” kata Fahmi.

Baca juga:  Bela Al - Aqsha, Masa Aksi Gelar Long March

Technical meeting dilakukan untuk memberikan informasi kepada mahasiswa baru sebelum  acara OPAK yang berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 29,30 dan 31 Agustus.Kegiatan  tersebut membahas mengenai tata tertib selama OPAK berlangsung, rundown acara OPAK dan pembagian fasilitas.

Fahmi menjelaskan, pada hari pertama OPAK akan dilakukan pengenalan mengenai kemahasiswaan dan keuniversitasan. Kemudian hari kedua pengenalan mengenai kefakultasan atau kejurusan, dan hari terakhir OPAK akan diisi dengan inagurasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Kemudian, Fahmi juga menjelaskan selama kegiatan OPAK berlangsung, mahasiswa baru harus mentaati peraturan OPAK. Seperti, pada hari pertama dan kedua peserta diwajibkan menggunakan seragam hitam dan putih, menggunakan dasi dan kopiah untuk laki-laki, menggunakan kerudung hitam untuk perempuan, memasang pita sesuai jurusan dan warna merah putih, kemudian pada hari ketiga menggunakan kaos OPAK.

Selanjutnya, peserta OPAK dilarang membawa kendaraan ke dalam area kampus selama OPAK berlangsung. Hal tersebut diberlakukan karena area parkir yang terbatas dan tidak memadai. “Kita melarang untuk membawa kendaraan ke lingkungan Universitas,” ujar Fahmi.

Reporter : Yulita Bonita

Redaktur : Edi Prasetyo

5 Komentar

5 Comments

  1. Ivan

    27 Agustus 2016 at 23:56

    Yang penting mahasiswa diizinkan shalat tepat pada waktunya, tidak seperti tahun lalu, baru shalat ashar jam 15.30 krn panitia fa izinin keluar gedung dg alasan: “nanti kamu kabur”. Katanta kampus islam, kok mahasiswanya ga taat aturannya sendiri ya?

    • Hiari

      28 Agustus 2016 at 11:09

      Betul tuh kang,saya baru masuk tahun kemarin, dan mau sholat pun susah. Apalagi pas hari ketiga, mau sholat ashar aja baru bisa jam setengah 6 sore

      • Rd.Ismail Hakim

        28 Agustus 2016 at 11:13

        Mungkin UIN itu hanya sekedar NAMA.

        Kepanitian yang bisa dikatakan mendadak juga bisa jadi salah satu penyebabnya, selain itu ruangan yang daya tampung sedikit, trus alokasi waktu yang kurang baik.

        Mari kita perbaiki bersama-sama.

        • Rd.Ismail Hakim

          28 Agustus 2016 at 11:16

          Nama UIN ( UNIVERSITAS ISLAM NEGRI ) kurang dijiwai oleh hampir seluruh masyarakat UIN sendiri.:-(

  2. Rd.Ismail Hakim

    28 Agustus 2016 at 11:10

    Masalah yang tak kunjung di perbaiki, dari tahun kemarin. masalahnya ngaret, terus pembagian kaos juga yang tidak tertib,ketika OPAK waktu sholat tidak di istirahatkan.
    Apa kata dunia?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas