Hukum dan Kriminal

Pers Mahasiswa Se-Indonesia Kutuk Tindak Kekerasan Terhadap Jurnalis LPM Didaktika

[Suakaonline]- Aksi pemukulan yang dialami jurnalis Pers Mahasiswa LPM Didaktika Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Chairul Anwar, oleh oknum mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ, mendapat kecaman dari sejumlah pegiat pers mahasiswa se-Indonesia. Mereka menuntut pihak kampus UNJ untuk memberikan sanksi kepada oknum mahasiswa FIK UNJ yang telah melakukan tindak kekerasan dan perusakan sekretariat LPM Didaktika.


Koordinator Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Jakarta, Cheppy Setiawan, dalam rilisnya mengatakan tindakan tersebut  tidaklah mencerminkan sikap kaum intelektual. Menurutnya, kejadian tersebut telah mencoreng dan mengganggu kondusifitas kampus UNJ. Maka dari itu, pihaknya ikut mendorong untuk mendamaikan kedua belah pihak pada satu forum yang saling menghargai pendapat dan mengeluarkan solusi  terbaik.


“Kami merasa kecewa dengan kejadian tersebut, dan kami pun ikut mendorong terjaganya kondusifitas kampus UNJ terhadap terciptanya tradisi intelektual yang demokratis terutama atas karya-karya jurnalistik mahasiswa,” ujarnya.


Selain itu pernyataan sikap atas kejadian yang terjadi pada Jumat, 23 Agustus 2013 silam, datang dari Forum Komunikasi Pers Mahsiswa Bandung (FKPMB). Dalam rilisnya, Sekjen FKPMB, Agung Gunawan Sutrisna mengatakan, menolak segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis Pers Mahasiswa. Ia pun menyesalkan pihak kampus UNJ yang lalai dalam menjaga iklim kampus yang nyaman dan kondusif.


“Kami terus mendukung LPM Didaktika UNJ untuk terus berupaya menegakkan dan mengabarkan kebenaran,” ucapnya.


Kejadian yang terjadi pada Jumat, 23 Agustus 2013 silam, berawal dari isi pemberitaan buletin Warta MPA 2013 Edisi IV artikel ‘MPA, Riwayatmu Kini’ yang ditulis oleh reporter Didaktika bernama Chairul Anwar. Merasa keberatan atas isi pemberitaan tersebut, 5 oknum yang mengaku mahasiswa FIK UNJ datang menemui pihak LPM Didaktika.


Mereka datang mengajukan keberatan atas isi pemberitaan. Tak lama setelah itu pihak mahasiswa FIK pun mengajak pimpinan umum LPM Didaktika untuk berunding. Namun naas, tak ada dialog yang terjadi, yang ada adalah aksi pengeroyokan oleh oknum mahasiswa FIK terhadap dua orang anggota LPM Didaktika.


Dalam rilisnya LPM Didaktika mengatakan pihaknya telah mengajukan hak jawab kepada mahasiswa FIK. Namun tawaran tersebut tak diindahkan, pihak mahasiswa FIK malah memilih untuk menyelesaikan hal tersebut dengan aksi pemukulan dan pengrusakan sekretariat LPM Didaktika.


Setelah kejadian tersebut dukungan dan simpati pun menyeruak di lini massa media sosial. Pers Mahasiswa Jember turut mengutuk kejadian tersebut. Dalam kicauannya di Twitter mereka mengatakan hal tersebut dalah bukti dari matinya kebebasan pers.


Selain itu, LPM Gelora Sriwijaya Universitas Sriwijaya Palembang pun turut bersimpati dan menyangkan aksi kekerasan tersebut. Dalam kicauannya, mereka mengharapkan kejadian tersebut tak terulang kembali.

“Turut berduka atas peristiwa pemukulan crew LPM DIDAKTIKA UNJ oleh oknum mahasiswa FIK. Semoga tidak terulang lagi #StopKekerasanDiUNJ,” tulis mereka pada 24 Agustus 2013 silam.

 


Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas