Kampusiana

Panitia Bubar, Sertifikat OPAK 2015 Molor

Seorang mahasiswa tengah menunjukkan bukti pembayaran untuk mengambil jas almamater yang dibagikan oleh panitia OPAK 2015 di gedung Student Center, Selasa (10/5/2016). Sistem pembagian jas almamater mahasiswa baru tahun 2015 dinilai kurang efektif. Terlebih dengan publikasi yang kurang jelas, menyebabkan mahasiswa kebingungan dalam memperoleh jas almamater. (Mohamad Aziz Pratomo / Magang)

Seorang mahasiswa tengah menunjukkan bukti pembayaran untuk mengambil jas almamater yang dibagikan oleh panitia OPAK 2015 di gedung Student Center, Selasa (10/5/2016). Sistem pembagian jas almamater mahasiswa baru tahun 2015 dinilai kurang efektif. Terlebih dengan publikasi yang kurang jelas, menyebabkan mahasiswa kebingungan dalam memperoleh jas almamater. (Mohamad Aziz Pratomo/Suaka)

SUAKAONLINE.COM–, Sudah satu tahun sertifikat OPAK tahun 2015 tak kunjung dibagikan. Beberapa mahasiswa angkatan 2015 mengeluhkan sikap panitia yang tidak memberikan kejelasan. Saat Suaka menghubungi ketua pelaksana OPAK 2015, Adim Mugni menyarankan Suaka agar menanyakan kepada panitia bagian kesekretariatan.

Ketua Bidang Kesekretariatan OPAK 2015, Dikdik Nurjaman menuturkan bahwa sertifikat OPAK 2015 akan dibagikan ke setiap senat fakultas. Lanjut dia, tidak lengkapnya formasi panitia menghambat teknis pembagian sertifikat.

“Sertifikat sudah ada. Lusa Insya Allah dibagikan ke senat-senat, panitianya sudah pada bubar tinggal saya sendiri,” kata Didik saat dihubungi Suaka via telepon, Sabtu (3/9/2016).

Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fitri Febrianti mengaku sudah lama menunggu dibagikannya sertifikat OPAK 2015. Seharusnya menurut dia, panitia harus memberikan alasan yang jelas terkait molornya pembagian. “Kita juga butuh sertifikat OPAK untuk hal tertentu,” katanya.

Tidak hanya sertifikat yang terlambat, jas almamater angkatan 2015 pun belum semuanya dibagikan. Janji Adim pada Selasa (10/5/2015), yang mengatakan akan terus melakukan pembagian hingga semua mahasiswa angkatan 2015 memperoleh jas almamater, kini tidak terealisasi. Baca: Pembagian Jas Almamater Kurang Efektif, Mahasiswa Kebingungan

Seperti yang dialami mahasiswa jurusan Tasawuf Psikoterapi Agus Endang, mengaku belum mendapatkan jas almamater hingga saat ini. Menurutnya, hal tersebut disebabkan habisnya stok jas almamater yang disediakan panitia.

Baca juga:  Mencium Bau Limbah, Warga Panyileukan Resah

“Sudah usaha nyari sampai ke bagian kemahasiswaan. Lalu baru dikasih tahu suruh ke SC buat ketemu sama panitia, tapi keburu kehabisan jas almamaternya,” keluhnya.

Perihal mahasiswa angkatan 2015 yang belum mendapatkan jas almamater, Adim pun menyarankan kembali untuk menanyakan kepada Dikdik. Dikdik mengaku tidak tahu menahu karena bukan tugasnya dalam mengkoordinir jas almamater. “ Yang dapet tendernya bukan saya, tugas saya hanya membantu membagikan” kata alumni jurusan Muamalah itu.

Reporter : Yulita Bonita/SUAKA  

Redaktur: Ibnu Fauzi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas