Politik dan Ekonomi

Harga Kedelai Melambung, Pengusaha dan Pedagang Meradang

[Suakaonline]-Pergerakan harga kacang kedelai terus menanjak setelah hari lebaran beberapa waktu lalu. Di sebuah agen kacang kedelai di bilangan pasar Ujung Berung, Bandung, telah menembus harga Rp 9.500/Kg. Padahal sebulan yang lalu harganya berada di kisaran Rp. 8.000. Tentu saja hal ini memberatkan sebagian pengusaha kecil yang biasa menggunakan kacang kedelai sebagai bahan baku produksinya.


Ai Sobariah (52), merupakan satu dari sekian banyak pengusaha tahu yang mengalami dampak kenaikan harga kacang kedelai. Ai mengaku bahwa setelah hari lebaran, penjualannya menurun drastis. Sudah 2 minggu terakhir wanita paruh baya itu kesulitan memperoleh kacang kedelai.


“Kalau sebelum harga naik, saya bisa menghabiskan 1 sampai 2 ton kedelai dalam 1 minggu. Tetapi seperti sekarang ini, hanya 1 sampai 2 kwintal saja. Itupun saya harus nyari sendiri kacangnya,”  keluhnya saat ditemui di pabriknya, di Jalan Embah Jaksa, Cipadung, Jum’at (5/9).


Sebelum harga  kacang kedelai naik, Ai mampu menjual tahu per papan seharga Rp. 29.000. “1 papannya berisi sekitar 100 potong sampai 121 potong,” lanjutnya.


Dengan harga tersebut para pelanggannya biasa menjual kembali tahu seharga Rp. 1000/3 potong. Namun kini harga tahu per papan naik menjadi Rp. 34.000. Ai melanjutkan bahwa dengan kenaikan harga tersebut pelanggannya menjual kembali tahu dengan harga Rp. 400/potong.


“Saya berharap kepada pemerintah supaya harga kedelai kembali turun. Kalau begini terus, gimana nasib karyawan saya? Mereka juga butuh makan,” harap Ai yang sehari-hari memproduksi tahu dibantu oleh 3 karyawannya.

 


Pasokan Berkurang

 

SUAKA mencoba menelusuri agen penjual kacang kedelai di kawasan pasar Ujung Berung. Ternyata  agen tersebut merupakan cabang penjual kacang kedelai yang berpusat di Jalan Jamika, Pasir Koja.


Yeni Suherni (23) menjelaskan bahwa sebelum kenaikan harga, agen mampu menjual 1-2 ton kacang kedelai per hari. Namun sekarang hanya mampu menjual 4 kwintal per hari.


“Penjualan mulai menurun sejak 2 minggu ke belakang. Ketika bulan puasa, harga kedelai sekitar Rp. 7.600/Kg, kini mencapai Rp. 9.500/Kg dengan kualitas bagus”, kata perempuan yang bertugas sebagai kasir tersebut.


Sementara Rosadi (32), pemilik toko penjual oleh-oleh khas Bandung di Cibiru sampai saat ini belum menaikan harga jual keripik tempe. Samp
ai saat ini harga jual keripik tempe Rp. 30.000/Kg. “Walaupun harga kedelai naik, saat ini saya belum menaikan harga jual keripik tempe. Mungkin beberapa hari kedepan saya akan naikan Rp. 2.000 menjadi Rp. 32. 000/Kg,” kata lelaki yang juga memproduksi tempe di kawasan Caringin.


Serupa dengan Ai Sobariah, Rosadi berharap kesigapan pemerintah dalam menangani permasalahan kacang kedelai ini. Hal tersebut bertujuan agar dirinya dan para pengusaha produk olahan kacang kedelai tidak terbebani dengan harga kacang kedelai yang sekarang masih melambung tinggi.

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas