Kampusiana

9 dari 1022 Wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Raih Cumlaud

[Suakaonline]-Minggu (08/09,) dari 1.022 wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, 9 diantaranya dinilai layak meraih yudicium cumlaude.


Tampil sebagai peraih IPK tertinggi dari 9 wisudawan berkategori yudicium cumlaude, adalah Aang Abdul Hakim, wisudawan jurusan Kependidikan Islam. Peraih IPK tertinggi lainnya, Ari Nursaidah wisudawan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Lela Nurlaila wisudawan jurusan Pendidikan Biologi, Iis Nurasyiah Jamilah dari Pendidikan Bahasa Arab.


Berikutnya, Tito Sucipto dari jurusan Pendidikan Agama Islam, Siti Fatimah wisudawan jurusan Pendidikan Guru MI, Neng Tresna Umi Culsum wisudawan jurusan Pendidikan Kimia, Hanny Nuraini wisudawan Pendidikan Fisika, dan Dewi Nur wisudawan jurusan Pendidikan Matematika. IPK wisudawan yang cumlaude berada pada kisaran nilai 3,61 -3,90.


Ada beberapa kisah menarik dari para peraih predikat cumlaude ini, seperti kisah Iis Nurasyiah Jamilah lulusan dari jurusan pendidikan bahasa arab yang berhasil meraih IPK 3.81. Ia mengatakan bahwa tak ada yang istimewa dari metode belajar selama kuliah, cukup menjalani perkuliahan dengan semangat dan motivasi dari dalam diri.


“Saya selalu memotivasi diri. istilahnya jadi motivator untuk diri sendiri,” ungkapnya kepada Suaka saat ditemui seusai acara wisuda.


Selama 4 tahun menempuh pendidikan di universitas, Iis yang sempat menjadi mojang tarbiyah ini pernah menyabet segudang prestasi. Diantaranya ialah juara 2 mahasiswa terbaik se-UIN bandung pada tahun 2010, juara 2 syarhir Qur’an pada tahun 2011, dan Juara 1 Essay dan presentasi di olimpiade dalam Festival Kebudayaan Arab 2012 yang digelar di Universitas Gajah Mada (UGM) Desember tahun lalu.


Menurut Iis, berkuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Arab itu seperti keajaiban. Dirinya bercerita bahwa tak terbayang sedikitpun untuk berkuliah di juran bahasa arab, namun karena anjuran dari almarhum ayahnya akhirnya ia masuk ke jurusan tersebut “Ketika saya belajar bahasa arab, subhanallah sekali banyak hal yang saya dapatkan yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan,” tuturnya.


Kecintaan terhadap Ayah dan keluarganya membuatnya sangat menikmati proses pendidikan.  Setelah meraih gelar S1, Iis akan melanjutkan kuliah S2 Bahasa Arab di pascasarjana UIN SGD Bandung.

 

“Yang penting jangan pernah berhenti untuk berkarya,” pesannya.


Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas