Infografis

Hari Perlindungan Ozon Sedunia

Ilustrasi : Ricky Priangga S

Ilustrasi : Ricky Priangga S

SUAKAONLINE.COM, Infografis- Majelis Umum Persatuan Bangsa-bangsa telah menetapkan tanggal 16 September sebagai Hari Perlindungan Ozon Sedunia. Hari tersebut diperingati sebagai bentuk kepedulian mengenai isu penipisan lapisan ozon.

Ozon merupakan gas yang secara alami terdapat di dalam atmosfer. Lapisan ozon mulai dikenal oleh seorang ilmuwan Jerman Christian Friedrich Schon Bein pada Tahun 1839. Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari matahari. Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan kita.

Ozon juga diproduksi manusia untuk dipergunakan sebagai bahan pemurni air, pemutih, dan salah satu unsur pembentuk plastik. Setiap molekul ozon mengandung 3 atom oksigen dengan rumus kimia O3. Ozon ditemukan terutama di lapisan atmosfer bagian bawah, kira-kira 10% ozon atmospheric terdapat di troposfer, suatu lapisan udara yang paling dekat dengan bumi (mulai dari permukaan bumi hingga 10-16 km).

Ozon troposfer terbentuk dari reaksi kimia yang disebabkan adanya gas pencemar hasil aktivitas manusia, sehingga berbahaya terhadap sistem kehidupan. Sisanya sebanyak 90% terdapat di stratosfer, terutama antara bagian puncak lapisan troposfer hingga 50 km. Ozon di stratosfer terbentuk secara alami, dikenal dengan lapisan ozon (ozone layer) dan sangat berguna bagi sistem kehidupan. Istilah ‘ozon’ atau lebih tepat lagi ‘lapisan ozon’ mulai mendapat perhatian sekitar Tahun 1980-an ketika para ilmuwan menemukan adanya ‘lubang’ di lapisan ozon di Antartika.

Lubang pada lapisan ozon merupakan hasil dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi. Radiasi itu berpecah menajadi molekul oksigen sekaligus membentuk ozon. Lapisan ozon melindungi bumi dari paparan sinar Ultra Violet B (UV-B) yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup di muka bumi. UV-B yang mempunyai panjang gelombang 280-315 nanometer (nm), sebagian diserap oleh lapisan ozon, dengan demikian jumlah UV-B yang mencapai bumi jumlahnya sangat sedikit.

Baca juga:  Hijrah Lalu Istiqomah

Pancaran sinar UV-B terhadap manusia dapat mengakibatkan penyakit kanker kulit, katarak dan mengurangi sistem kekebalan tubuh. Pancaran sinar UV-B juga dapat merusak kehidupan tanaman, organisme bersel satu dan ekosistem perairan. Sedangkan sinar UV-A (dengan panjang gelombang 315-400 nm) tidak diserap oleh lapisan ozon. Radiasi UV-A dari sinar matahari sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di permukaan bumi.

Lapisan ozon sangat penting untuk menyerap radiasi ultra violet (UV) dari matahari dan menahan radiasi yang tinggi agar sampai ke permukaan bumi dengan radiasi yang tidak membahayakan. Radiasi dalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak gelombang yang lebih pendek daripada cahaya. Radiasi UV dengan jarak gelombang adalah antara 280 hingga 315 nm yang dikelai UV-B dan ia merusak hampir semua kehidupan. Dengan menyerap radiasi UV-B sebelum ia sampai ke permukaan bumi, lapisan ozon melindungi bumi dari efek radiasi yang merusak kehidupan. Selain itu, lapisan ozon juga memberi efek pada suhu atmosfer yang menentukan suhu dunia.

Sumber: Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta ( http://bplhd.jakarta.go.id )

Penyusun : Tim Litbang Suaka

Peneliti : Fantyana H

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas