Kampusiana

Ini Enam Tuntutan Fordem Untuk Rektor

[Suakaonline]-Forum Demokrasi Mahasiswa (Fordem) menggelar unjuk rasa dan aksi teatrikal di selasar gedung Rektorat UIN SGD Bandung, Senin (23/9).


Dalam aksinya Fordem mengajukan enam poin tuntutan yakni; stop komersialisasi kampus dalam bentuk apapun, kejelasan akreditasi fakultas dan jurusan, optimalisasi perpustakaan,  penanaman kembali pohon-pohon di sekitar kampus, penyamarataan fasilitas kampus, dan perbaikan kualitas dosen.


Mereka pun mempertanyakan mutu akademik kampus. Proses pendidikan di UIN dianggap belum memberikan performa terbaik bagi mahasiswa. Hal tersebut ditengarai akibat faktor transformasi pengetahuan yang masih menggunakan konsep lama dan sistem pendidikan yang sudah terkotori oleh pemangku kepentingan.


Yogi Anwar, salah seorang orator demonstrasi mengeluhkan fasilitas kampus yang tidak merata “Di Tarbiyah dipasangi AC sedangkan di fakultas lain tidak, padahal bayaran kita sama, ungkapnya.


Dalam aksi ini salah satu orator lainnya, Adi, juga mengajak mahasiswa yang sedang lalu-lalang untuk tidak hanya menjadi penonton. ”Kami bukan doger monyet, bukan tontonan. Kita disini memperjuangkan kepentingan kalian semua,” teriaknya.


Sebelumnya, aksi serupa sudah pernah disuarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sunan Gunung Djati (Hammas) dan Forum Demokrasi Kampus (FDK). Pasalnya, kinerja Rektor UIN dirasa belum dapat memberikan perubahan khususnya di civitas akademik tersebut.


“Kami akan terus  menyuarakan aspirasi mahasiswa. Dengan turun ke lapangan seperti ini saya rasa sangat efektif untuk menyuarakan aspirasi. Ini demi kesejahteraan mahasiswa yang selama ini diabaikan,” ucap Adi.


Adi pun berpesan pada setiap jurusan dan fakultas agar melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi seluruh civitas kampus, bukan hanya untuk jurusan atau fakultasnya. “Jurusan (BEMJ) dan Fakultas (Senat) harusnya menggunakan fasilitas dengan maksimal, memberikan suntikan spirit untuk massanya, juga menggerakannya,” paparnya.


Berdasarkan pantauan Suaka, aksi unjuk rasa dimulai pada pukul 10.00 WIB di sekitar area kampus dan kemudian beralih ke depan gedung rektorat. Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan lantaran massa aksi memaksa masuk gedung rektorat untuk bertemu rektor. Saling sikut dan saling dorong antara massa aksi dan security tak terelakan. Beruntung, salah seorang massa aksi dapat mengendalikan situasi.


Ali Ramdhani selaku Pembantu Rektor III menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan Fordem tersebut dengan santai. “Sepanjang demo dilakukan dengan cara-cara yang baik, ya tidak masalah, ucap dia di waktu  yang sama.


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas