Kampusiana

Kiat Sukses Merintis Bisnis di Usia Muda

Gazan Azka Ghafara sedang menyampaikan kiat-kiat sukses menjadi wirausahawan muda pada Seminar Nasional Kewirausahaan yang digelar oleh Lembaga Inkubasi Kewirausahaan Mahasiswa (LIKM) di Aula Abdjan Soelaeman, Sabtu (17/9/016). Di usia yang masih terbilang muda, Gazan berhasil meraup omzet hingga ratusan juta setiap bulannya. (Nunung Nurhayati/SUAKA)

Gazan Azka Ghafara sedang menyampaikan kiat-kiat sukses menjadi wirausahawan muda pada Seminar Nasional Kewirausahaan yang digelar oleh Lembaga Inkubasi Kewirausahaan Mahasiswa (LIKM) di Aula Abdjan Soelaeman, Sabtu (17/9/2016). Di usia yang masih terbilang muda, Gazan berhasil meraup omzet hingga ratusan juta setiap bulannya. (Nunung Nurhayati/SUAKA)

SUAKAONLINE.COM- Terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki seorang wirausahawan. Pertama, goal artinya apa yang diinginkan ketika seseorang menjadi wirausahawan, maka rencanakan apa yang akan dilakukan terhadap omzet yang akan diperoleh. Kedua strong why, dan ketiga action, dengan memulai segala sesuatu yang berkaitan dengan bisnis.

Hal tersebut diungkapkan business coach Dewa Eka Prayoga, dalam Seminar Nasional Kewirausahan yang digelar oleh Lembaga Inkubasi Kewirausahaan Mahasiswa (LIKM) UIN SGD Bandung. Dengan mengusung tema ‘Membangu Mahasiswa Sebagai Tulang Punggung Kreatif Nusantara’ di Aula Abdjan Soelaeman, Sabtu (17/9/2016)

Tak hanya Dewa, pemiliki sekaligus pendiri Zanana Chips, Gazan Azka Ghafara juga berbagi pengalamannya dalam berkecimpung di dunia bisnis. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia sudah mulai tertarik untuk terjun di dunia bisnis.

Gazan mengaku tidak mengenal istilah menyerah dalam perjalanan bisnisnya. Sempat beberapa kali gulung tikar dalam usahanya, sebelum akhirnya Gazan sukses dengan Zanana Chips yang kini tengah gencar diburu para pecinta kuliner. “Wirausahawan itu tidak jelas, tapi tak terbatas,” kata Gazan.

Strategi dalam mempelajari bisnisnya, selain mengikuti seminar dan membaca buku. Ia juga menerapkan strategi Opportunity Cost, adalah sebuah kesempatan yang hilang akibat memilih satu pilihan dari pilihan yang lain. Dengan begitu, seorang wirausahawan harus pandai mengambil sebuah pilihan.

Strategi kedua adalah dengan pemilihan bahan dan pendukung produknya. Contohnya seperti desain terhadap bungkus dan cara pemasarannya. Dengan menggunakan strategi tersebut, bisnis yang dirintisnya sejak 2013 lalu, kini sudah tersebar luas hingga 70 kota di Indonesia hingga ke luar negeri.

Baca juga:  Peringati 1 Muharram, Himatif Gelar Tablig Akbar

Gazan juga menyampaikan kiat-kiat sukses dalam memulai bisnis. Pertama, jangan terlalu ambisius, tujuan berwirausaha adalah mencari keuntungan, namun apabila mempunyai mindset dengan laba besar, maka akan berimbas pada ambisi yang buruk.

Kedua, jangan menghitung rezeki pengusaha dengan kalkulator karyawan,  artinya menjadi pengusaha harus mampu berinovasi agar setiap bulan target yang terlampaui akan bertambah, lalu akan muncul ide-ide kreatif kedepannya. Ketiga, jangan takut mengalami kerugian karena tanpa disadari akan mendapatkan nilai tambah, yakni mendapatkan pengalaman, ilmu dan strategi baru. “Jangan takut kehilangan sesuatu yang mampu tumbuh kembali,” kata pria yang berusia 21 tahun itu.

Ketua umum LIKM Cepi Novandi mengatakan, digelarnya seminar ini berangkat dari keresahan terhadap minimnya jumlah pengusaha di Indonesia. Di era persaingan saat ini, Indonesia sebenarnya memiliki kekuatan besar jika dilihat dari segi usia produktif masyarakatnya. Akan tetapi, Indonesia masih belum mampu mengelola kekuatan tersebut.

Reporter : Awallina Ilmiakhanza

Redaktur : Ibnu Fauzi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas