Kampusiana

Hari Ini, Renovasi Berat Masjid Iqomah Dimulai

Masyarakat sekitar kampus selesai melaksanakan shalat Id di Masjid Iqomah UIN SGD Bandung, Kamis (24/9/2015). Di tahun ini, Masjid Iqomah kembali tidak menyelenggarakan Kurban di masjid tersebut. (Restia A J/ Suaka)

dok. SUAKA

SUAKAONLINE.COM, — Pembangunan dan renovasi berat Masjid Iqomah UIN SGD Bandung akan dimulai hari ini, Selasa (20/09/2016). Pasalnya, pihak kampus sudah mendapatkan tiga konsultan yang nantinya melaksanakan tugasnya masing-masing. Kepala Bagian Umum Fathujaman menyampaikan bahwa persiapan untuk pembangunan dan renovasi berat masjid menuju tahap pelaksanaan.

Dalam Free Of Meeting yang diadakan Senin (19/08/2016) siang, membahas mengenai proses pembangunan kaitannya dengan metode pembangunan yang nantinya akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan. “Sekarang sudah ada pemenangnya. Besok (Selasa) mulai start,” ujar Fathujaman kepada Suaka, sebelum menuju ruang rapat. Sebelumnya, proses pembangunan masjid ini sudah melalui tiga tahapan lelang. Pertama, pada bulan April lalu sudah dilakukan pelelangan untuk tender bagian perencanaan pembangunan masjid. C.V. Griya Loka menjadi pemenang tender dalam perencanaan.

Tahap perencanaan sudah dilalui, tahap ini menghabiskan masa kerja sekitar satu setengah bulan, seperti pembentukan Rancangan Anggaran Biaya (RAB), Bill Of Quantity, pembuatan desain masjid dan spesifikasi yang dibutuhkan dalam pembangunan. Lalu tahap kedua, bulan Juni, yaitu tahap pelelangan untuk bagian konstruksi bangunan, yang nantinya selaku pelaksana dalam pembangunan ini. Pada pelaksanaannya nanti akan disesuaikan dengan metodelogi pembangunan, yang dirapatkan kemarin.

Proses ini menghabiskan waktu satu bulan lamanya.Untuk tender pelaksanan pembangunan atau kontraktor akan dikelola C.V. Puji Kontraktor. Setelah itu, tahap pelelangan untuk bagian pengawas, yang nantinya selaku pengawas dalam proyek pembangunan dan renovasi berat masjid ini akan dipegang oleh C.V. Mahoni.

Proses pelelangan bisa diakses melalui website Layanan Pengadaan Secara Eelektronik (LPSE) secara daring. Proses pelelangan melalui dua tahapan, tahap pengumunan diadakannya lelang dan tahap evaluasi, setelah itu menentukan pemenangnya. Jangka waktu proses pelelangan ini sampai pada penentuan pemenangnya itu sekitar satu bulan.

Baca juga:  Mapping, Proses Adaptasi Maba Saintek

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Iqomah, Bachrun Rifa’I menyampaikan bahwa ada kabar, desain untuk renovasi berat masjid sudah ada. Meski begitu peran dari DKM sendiri tidak dilibatkan dalam proses pelelangan maupun perencanaan. “Ya kami hanya menunggu keputusan Al-jamiah, kita hanya mengajukan,” ujarnya

Bachrun sudah memprediksi bahwa akan ada perenovasian dari pihak kampus di 2016 ini. Pasalnya, ketika DKM mengajukan untuk Air Conditioner (AC) pada bulan lalu, pihak kampus menjawab untuk tidak dulu dikabulkan. “Jangan dulu dikasih AC, kan nanti mau direnovasi, nanti aja kalo sudah direnovasi,” ucap Bachrun menirukan ucapan pihak kampus bulan lalu.

Rencananya pembangunan masjid akan berlangsung selama 5 tahun dimulai tahun ini. Kini Masjid Iqomah hanya mampu menampung sekitar 2000 jamaah, nanti akan menampung 4000 jamaah. Fathujaman pun mengakui, jika dengan daya tahun 4000 jamaah masih belum bisa menampung seluruh mahasiswa.

Perihal dana, pembangunan ini tidak didapat dari APBN maupun APBD, melainkan dari uang lembaga, kerjasama dan donasi. Sekitar bulan Februari lalu, dana yang dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriyawan telah diterima oleh pihak kampus. Dana itu senilai 1 M, masuk ke dalam rekening kampus yang dikelola oleh Badan Layanan Umum UIN SGD Bandung. Sampai bulan September ini, jumlah dana tersebut masih belum bertambah. “Masih 1 M, biaya itu pun biaya perencanaan, konstruksi dan pengawasan,” terang Fathujaman.

Reporter : Muhammad Iqbal

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas