Opini

Kesan Setelah Hadirnya Anies Baswedan di UIN Bandung

Oleh: M. Rodhi Aulia, Alumnus Jurusan Administrasi Negara FISIP UIN SGD Bandung (2013)

 

 

Penggerak, itulah kata kunci yang disampaikan Anies Baswedan dalam momen sumpah pemuda, Senin, 28 Oktober 2013, di Auditorium UIN Bandung. Sebagai orang yang pernah menjadi bagian dari almamater UIN Bandung, saya merasa sangat bangga, seorang inisiator ulung Indonesia mau bertandang ke UIN Bandung. Meskipun saya tidak hadir dalam satu ruangan dengan Anies Baswedan dan Mahasiswa UIN lainnya, saya menyaksikan pidato yang menggugah ala Anies Baswedan melalui live streaming turuntangan.org sebuah komunitas yang juga digagas oleh Anies Baswedan.

 

Jadilah penggerak dan menggerakan. Kata dan kalimat yang selalu disebut setiap kali Anies Baswedan menyampaikan speech di berbagai kesempatan.

 

Pernah beberapa waktu lalu, di saat saya masih mengenyam bangku putih abu, seorang guru pernah mengatakan bahwa jadilah orang benar dan dapat membenarkan. Benar dalam arti mampu naik kelas dan mempunyai kelebihan di atas rata-rata banyak orang di Indonesia.

 

Jadi orang benar saja dalam kehidupan ini tidak pernah cukup, namun ketika ditambahkan menjadi orang yang mampu membenarkan, maka akan terasa sebuah fantasi dan kenikmatan yang tak mungkin terbayarkan dengan gulungan materi. Zaman sekarang, banyak orang yang merasa dirinya benar. Namun untuk turun tangan dan memberikan jalan cahaya kepada khalayak luas, terkesan sangat susah dilakukan.

 

Semua orang yang merasa sudah naik kelas, alangkah baiknya mau berkontribusi dengan cara apapun yang bisa mereka lakukan. Naik kelas adalah posisi lebih tinggi dengan apa yang dipunyai seseorang dan mau berbagi dengan sesama, agar semua orang yang kita anggap berada di bawah ambang batas wajar menikmati kehidupan yang layak, dapat setara dengan kita, kalau bisa lebih dari apa yang kita dapatkan sekarang. Tak harus merasa rugi.

 

Itulah yang sudah dilakukan Anies Baswedan melalui program Indonesia Mengajar, Turun Tangan dan berbagai program menggerakkan lainnya. Sudah berapa banyak anak muda terbaik bangsa yang dikirimkan ke pelosok daerah di seantero Indonesia.

 

Salah satu bentuk apresiasi tokoh penggerak terhadap anak muda yang mau berkontribusi bagi bangsanya. Ketika banyak orang yang masih mewacanakan kalimat “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, namun, tanyakan apa yang sudah engkau berikan pada bangsamu”. Seorang Profesor muda tersebut sudah mau melakukannya dengan senyum yang selalu tergambar dalam wajahnya.

 

Naik kelas, itulah konsekuensinya. Harus mau berbagi dengan kelebihan apapun yang dimiliki. Tak melulu kelebihan dari segi materi, melainkan kelebihan secara akademik dan lainnya. Sebagai bagian dari kaum yang pernah belajar berbagai keilmuan, seyogyanya tak harus membanggakan gelar dan deretan titel yang didapatkan. Bangga dengan menggunakannya di setiap kali mengenalkan diri kepada banyak orang, baik yang sudah dikenal maupun yang baru dikenali. Dua huruf atau lebih yang sering terpasangkan dan disandingkan dengan nama diri sendiri, pertanda bahwa kita sudah naik kelas dan naik kelas itu ada konsekuensinya. Mereka yang naik kelas tersebut diantaranya adalah aktivis mahasiswa dan para pendidik lainnya

 

Misalkan aktivis mahasiswa di lingkungan kampus. Saya bermimpi mereka yang mengaku aktivis dapat menggerakan mahasiswa lain yang masih belum tersentuh dengan dunia pergerakan. Terutama menggerakan segala potensi terpendam yang ada dalam diri mereka masing-masing.

 

Karena sejatinya, dunia kampus, bukanlah semata-mata memahami berbagai teori yang ada, melainkan mencari tahu bagaimana dengan teori tersebut, cita rasa kita dalam menikmati kehidupan ini dapat bertambah dengan baik.

 

Dan ingatlah dunia kampus tak melulu hanya melakukan rapat, rapat, rapat, rapat, rapat dan sesekali muncul berkarya di lingkungan kampus. Namun harus ada kreatifitas baru yang selalu lahir setiap harinya.

 

Saya sangat sedih, jika mereka yang katanya bergelar sangat tinggi dan prestisius, seringkali terlihat santai dan jarang menggerakan potensi anak didik dan sesama mahasiswa lainnya agar dapat berkembang dengan baik.

 

Duduk santai di dalam ruangan, sambil ngobrol ngalor kidul, tertawa terbahak-bahak. Saya sadar dan meyakini, mereka semua sudah berhasil dalam merapihkan organisasi yang mereka pimpin secara administratif dan mau berbagi kelimuan di ruang-ruang kelas, namun hal yang demikian tidak akan cukup dan terlihat jelas hasilnya secara signifikan ketika tidak ditindaklanjuti dalam tataran praktis.

 

Inilah yang saya nantikan dan mimpikan dikala banyak orang hanya bermimpi buat keberhasilan seorang diri saja. Berharap kreatifitas aktivis mahasiswa dan kaum pendidik dalam lingkungan kampus dapat bertambah dengan baik. Menggerakan.

 

Berapa puluh ribu mahasiswa yang datang dari rumah masing-masing untuk siap diisi gelas yang mereka bawa. Gelas kosong tersebut rindu dengan banyaknya pengalaman hidup dan keilmuan, yang dimiliki kaum yang merasa sudah naik kelas.

 

Masihkah merasa bangga atau mempunyai malu, ketika mengenalkan diri, Saya Pemimpin, Saya Ketua ini, Saya ketua itu, Saya bergelar A, B, C dan seterusnya, akan tetapi tak ada satupun kinerja progressif yang telah ditunjukan kepada bangsa ini, khususnya melalui lembaga pendidikan di kampus. Sebuah lingkungan terkecil mencetak lahirnya pemimpin bangsa yang berkualitas dan mampu appreciate dalam setiap karya yang dihasilkan. Meskipun kecil. Meskipun tak ada materi finansial yang didapatkan, walau satu rupiah pun. Bukan alasan untuk berhenti menggerakkan.

Akhirnya, saya sangat appreciate sekali dengan gebrakan Dewan Mahasiswa yang baru, sesuai dengan jargonnya Populis dan Konstruktif. Meskipun dahulu, sudah dua tahun lamanya vakum tanpa nama dan nyawa, namun sekarang gebrakan dalam menghadirkan tokoh penggerak sekelas Anies Baswedan, menunjukan bahwa Dema UIN Bandung dan Crews sangat progressif dan kreatif. Semoga langkah yang kalian coba hari ini, dapat memotivasi para kaum naik kelas yang lain.

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas