Kampusiana

Fix The City: Berbagi Tidak Harus dengan Uang

[Suakaonline]- Banyak cara untuk bisa berbagi. Berbagi tidak harus dengan uang. Ya, itulah selogan mahasiswa semester 7 jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) UIN SGD Bandung dalam kegiatan berbagi di Car Free Day (CFD) Dago, Kota Bandung, Ahad (03/11).

 

Acara yang berjudul ‘Fix the City’ memiliki 4 rangkaian acara besar yaitu, Enviromental Charity, Bandung Berpuisi, City Landscape, Earthcoustic, dan Photography Competition. Ditambah 2 kegiatan lain, yaitu membaca buku gratis yang bekerjasama dengan perpustakaan jalanan dan bagi-bagi pakaian bekas.

 

Banyak hal yang ingin disampaikan dalam kegiatan berbagi tersebut. Adisti, ketua acara tersebut mengatakan bahwa hal yang ingin disampaikan dalam acara ini, yaitu meyadarkan untuk hemat kantung plastik, membudidayakan membaca dan berekspresi sekreatif mungkin.

 

Di depan The Palais Hotel Dago, terdapat tiga stand yang digunakan Mahasiswa BSI. Stand pertama, menampilkan band akustik. Mahasiswa dan mahasiswi BSI menyumbangkan suara dan menampilkan bakat bermusik mereka. Mereka bebas berdendang termasuk menampilkan kreasi musikalisasi puisi.

 

Berdasarkan pantauan Suaka acara tersebut tidak hanya diikuti oleh dari mahasiswa dan pemuda saja, namun dari seluruh pengunjung CFD Dago. Alhasil, ada seorang kakek paruh baya yang menyumbangkan suara dan bakat bergitarnya di depan pengunjung CFD Dago yang berlalu lalang.

 

Stand kedua, terdapat pajangan foto-foto hasil bidikan mahasiswi-mahasiswa BSI dan peserta dari luar kampus. Semua foto ini bertema mengenai sampah yang ada di kota Bandung. Foto-foto yang dipajang ini diperlombakan. Para pengunjung CFD Dago lah, yang menjadi dewan jurinnya. Pengunjung diajak memilih foto yang memberi kesan bagi mereka sendiri. Foto dengan pemilih terbanyak itulah yang menjadi pemenang dari lomba photography tersebut.

 

Pada stand ketiga, terdapat banyak buku bacaan yang digeletakan di atas alas. “Setiap pengunjung bebas membaca buku-buku disini mereka juga bisa photo copy bukunya jika mereka mau,” jelas Adisti.

 

Selain itu, terdapat pakaian-pakaian bekas, seperti baju, celana dan sepatu bekas yang diletakkan disamping buku-buku. Adisti menerangkan bahwa, setiap pengunjung yang lewat dan ingin memiliki pakaian-pakaian tersebut, mereka boleh mengambilnya.

 

Ada satu hal yang sangat menarik perhatian pengunjung CFD Dago, dari acara ini. Terdapat banner panjang sekitar 4 meter yang berjudul ‘Bandung berpuisi’. Kegiatan ini bernama ‘Penulisan Puisi Masal Terpanjang’. Bannner berwarna putih ini, seolah mengajak para pengunjung CFD Dago untuk membubuhkan puisi atau ungkapan mengenai kota yang dipijaknya sekarang, yaitu Kota Bandung.

 

Pengunjung Antusias

 

Pengunjung sangat antusias pada kegiatan ini. Antusias mereka dibuktikan dengan ikut menyumbangkan tulisan dan aspirasi mereka. Isi tulisan pengunjung sangat beragam, mulai dari kerinduaan Bandung dahulu yang bersih, harapan-harapan untuk Kota Bandung kedepan, hingga puisi-puisi yang menggambarkan Kota Bandung.

 

Sebagai wujud nyata mendukung kebersihan lingkungan, mahasiswa/i BSI juga membagikan 50 tote bag secara gratis. Mereka ingin menyadarkan dan mengajak para pengunjung CFD Dago untuk menghemat kantung plastik. Karena kantung plastik lah salah satu penyumbang sampah yang menggunung di kota Bandung.

 

Pengunjung banyak memuji kegiatan mahasiswa/i BSI semester 7. Salah satunya ialah mahasiswa S2 ITB, Ramdan Ririnama yang berpendapat bahwa kegiatan ini sangat menarik.

 

“Acara ini sangat menarik, apalagi untuk anak muda. Kegiatan ini bisa mengedukasi anak kecil dari sejak dini agar peduli perhadap lingkungannya,ujar Ramdan.

 

Selain itu, salah satu pengunjung bernama Difa yang telah ikut berpartisipasi memilih hasil foto yang diperlombakan, mengungkapakan kegiatan ini menurutnya bagus. Pernyataan ini diperkuat oleh temannya, “Acaranya bagus, bisa menyadarkan warga seekitar supaya ga banyak pake plastik, agar sampahnya juga berkurang,ujar Fala yang bersekolah di SMA Santa Maria 1.

 

Dengan Persiapan hanya 1 bulan, mahasiwa/I BSI berhasil menyelenggarakan acara non-profit tersebut. Adisti berharap, jika ada kesempatan lagi, ia bersama teman-temannya ingin membuat acara yang sama, “Jika besok lusa ada kesempatan lagi, kita ingin bikin lagi acaranya, yang lebih gede mungkin yah, kita bagi-bagi tote bag lebih banyak lagi,” harap Adisti.

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas