Infografis

Teori Pembangunan Negara Berkembang

Desain : SUAKA / Ismail Abdurrahman Azizi

Desain : SUAKA / Ismail Abdurrahman Azizi

SUAKAONLINE.COM, Infografis — Teori-teori Pembangunan Dunia Ketiga atau sebut saja di negara berkembang banyak dikemukakan oleh para ahli ekonomi atau sosiologi seperti diantaranya Harrod-Domar, Max Weber, David Mc Clelland, dan W.W. Rostow. Teori tersebut berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh negara-negara miskin atau negara-negara berkembang. Negara yang didominasi oleh kekuatan ekonomi , ilmu pengetahuan, dan militer negara-negara adikuasa atau negara-negara industri maju.

Terkait pembangunan, ada tiga kelompok teori yang dibahas dalam buku Teori Pembangunan Dunia Ketiga karya Arif Budiman, yakni kelompok pertama mengenai teori Modernisasi, kelompok kedua teori Ketergantungan, dan kelompok ketiga teori-teori yang merupakan reaksi terhadap teori ketergantungan atau disebut teori Pasca Ketergantungan.

Pembahasan tiga kelompok teori tersebut hadir dengan saling mematahkan antar teori. Seperti pada kelompok teori pertama yakni teori Pembagian Kerja Secara Internasional, disebutkan bahwa bila tiap-tiap negara melakukan spesialisasi produk sesuai dengan keuntungan komparatif yang dimilikinya, semua negara akan diuntungkan. Namun dibantah dengan teori Modernisasi. Teori tersebut menganggap teori Pembagian Kerja Secara Internasional yang menandakan sebuah negara terbelakang. Keterbelakangan ini akibat dari keterlambatan negara-negara tersebut melakukan modernisasi.

Muncul lagi teori Ketergantungan pada kelompok teori kedua. Teori ini termasuk pada kelompok teori Struktural yang membantah teori Modernisasi. Teori Struktural berpendapat bahwa kemiskinan yang terdapat di negara-negara berkembang yang mengkhususkan diri pada produksi pertanian adalah akibat dari struktur ekonomi dunia yang bersifat eksploitatif, di mana yang kuat melakukan eksploitasi terhadap yang lemah. Maka surplus dari negara-negara berkembang beralih ke negara industri maju.

Menurut teori Struktural, perdagangan dunia yang bebas justru merupakan wadah praktek eksploitasi. Selain itu pada kelompok teori ketiga ada teori Liberal yang ingkar dari teori Struktural. Teori Liberal mengkritik pada ketajaman definisi dari teori struktural yang dianggap terlalu kabur dan sulit dijadikan sesuatu yang operasional serta bukan sesuatu yang  ilmiah.

Baca juga:  Mapping, Proses Adaptasi Maba Saintek

Sumber : Litbang LPM Suaka, Budiman, Arif. 2000. Teori Pembanguna Dunia Ketiga. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Peneliti: Dede Lukman Hakim

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas