Kampusiana

Mahmud: Membangun Kecerdasan Spiritual dan Intelektual

Atoilah bersumpah dengan memegang bendera merah putih saat di lantik menjadi Ketua Rancana Putra Gerakan Pramuka Gugus Depan Kota Bandung di Aula Fakuktas Ilmu Sosial Dan Politik, Minggu (2/10/2016). Sebanyak 11 orang yang dilantik menjadi ketua dari masing masing divisi. (Elya Rhafsanzani/Suaka)

Atoilah bersumpah dengan memegang bendera merah putih saat di lantik menjadi Ketua Rancana Putra Gerakan Pramuka Gugus Depan Kota Bandung di Aula Fakuktas Ilmu Sosial Dan Politik, Minggu (2/10/2016). Sebanyak 11 orang yang dilantik menjadi ketua dari masing masing divisi. (Elya Rhafsanzani/Suaka)

SUAKAONLINE.COM,- Kecerdasan spritual dan intelektual harus dibangun dalam pribadi yang cerdas dan bertawakal. Kedua  aspek tersebut diwajibkan digunakan oleh gerakan pramuka agar berdampak pada kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut diungkapkan Rektor UIN SGD Bandung sekaligus Pembina Gerakan Pramuka, pada acara Pelantikan Mabuga, Pembina, Dewan Ambalan dan Rancana Gerakan Pramuka Gugus Depan Kota Bandung 23001-23002 UIN SGD Bandung di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Minggu (2/10/2016)

“Jangankan orang hebat, orang biasa pun yang menerapkan dalam lahir dan batin pun akan hebat,” kata Mahmud. Menurutnya, dewasa ini para pemuda sangat rentan atas perubahan. Untuk itu jika para pemuda tidak meningkatkan kecerdasan spiritual dan intelektual maka akan tergerus oleh perubahan jaman.

Ia mengibaratkan seperti ban mobil yang kempis di satu sisi, jika manusia tidak mempunyai dua aspek tersebut maka tidak akan berjalan sempurna. Di akhir sambutan ia berpesan agar manusia menerapkan  silih asah, silih asih, silih asuh dan silih wangi kepada sesama.

Senada dengan Mahmud, Ketua Kwarcari Kota Bandung Yossi Irianto mengatakan penerapan tersebut berkaitan dengan Tri Dharma dan Dasa Darma Pramuka yaitu menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menolong sesama hidup , mempersiapkan diri membangun masyarakat dan menepati Dasa Dharma.

Dalam sisi edukasi, Pramuka harus mengembangkan moral, kemandirian dan intelektual agar dapat mengabdi sepenuhnya pada masyarakat. “Abad 21 banyak orang-orang yang mengikuti perkembangan zaman tanpa memerhatikan moral dan intelektual, untuk itu gerakan pramuka lebih menyadarkan dengan membina masyarakat yang mana dengan dasar-dasar tersebut,” kata Yossi.

Baca juga:  Diskusi Rakyat Anti Kriminalisasi Kebon Jeruk

Ketua Dewan Ambalan Gerakan Pramuka UIN SGD Bandung Opik Taufik berharap ke depannya pramuka dapat melanjutkan program-program kerja yang sudah dibangun selama ini, dan memperbaiki kekurangan yang ada. “Saya sangat ingin meningkatkan bakti supaya citra pramuka lebih baik di masyarakat, dan kegiatan yang sifatnya membina akan ditingkatkan,” ujar ketua yang baru dilantik itu.

Reporter : Akbar Gunawan Wadi

Redaktur: Ibnu Fauzi

 

 

 

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas