Kampusiana

Mengenal Diri dan Lingkungan

Marshal Sastra, Host My Trip My Adventure (kiri) dan Yessy Yeni Agus (kanan) berbagi pengalamannya tentang dunia broadcasting dalam acara Seminar Broadcasting di Aula Anwar Mussadad, UIN Bandung, Selasa (3/9/2016). Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Suaka yang bekerja sama dengan Trans Corporation dan CNN Indonesia. (SUAKA/ELYA RHAFSANZANI

(Kiri) Host My Trip My Adventure Marshall Sastra dan Executif Producer MTMA Yessy Yani Agus  berbagi pengalamannya tentang dunia broadcasting dalam  Seminar Broadcasting di Aula Anwar Mussadad UIN SGD Bandung, Selasa (3/10/2016). Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Suaka yang bekerja sama dengan Trans Tv dan CNN Indonesia. (Suaka/Elya Rhafsanzani)

SUAKAONLINE.COM,– Dalam rangka menyambut milad ke-30, Lembaga Pers Mahasiswa Suaka bekerja sama dengan Trans Tv dan CNN Indonesia  menggelar Seminar Broadcating bertajuk ‘Reach Your Dream With Your Communication Skill’ di Aula Anwar Musaddad UIN SGD Bandung, Senin (3/10/2016). Menghadirkan tiga narasumber di antaranya Host My Trip My Adventure (MTMA) Marshall Sastra, Yessy Yani Agus Executive Producer MTMA dan News Anchor CNN Indonesia Prabu Revolusi.

Executive Producer MTMA Yessy menyampaikan bagaimana tahapan-tahapan dalam memproduksi sebuah program. Pertama pre production, tahap ini harus terlebih dahulu melakukan riset dan survei sebelum menggarap sebuah program. Kedua production, didalamnya terdapat briefing, blocking dan shooting. Terakhir post roduction, di tahap ini hasil produksi sebuah program akan memasuki tahap editing, process, preview, quality control dan akan difinalisasi.

Akan tetapi tidak hanya tiga proses itu saja, melainkan memerlukan update dan upgrade. Artinya seorang Executive Producer harus memiliki wawasan yang luas, banyak pengetahuan dan selalu mengikuti perkembangan.

Namun, menurutnya sering kali dalam proses pembuatan program itu mengalami kegagalan. Hal yang harus dilakukan yaitu buatlah semuanya mengalir saja, tapi harus tetap menghasilkan sesuatu yang menarik untuk disampaikan kepada penonton.

“Intinya show must go on, semuanya harus tetap berjalan. Kita sering menghadapi kendala kalau mau syuting, misalnya perbedaan kondisi alam pas kita survei dan syuting itu beda banget karena gangguan cuaca,” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Jes itu.

Baca juga:  Pemilihan Ketua Sema-U, Musti Kembali Ditunda

Dirinya berpesan kepada para peserta agar mampu menilai sebuah tayangan yang berkualitas, dan menyaring informasi yang positif. Selain itu, harus dapat mengeksplor diri dan potensi lingkungan. “Jangan menjadi orang yang kurang update dan kurang wawasan. Karena hal ini menentukan ke depannya akan menjadi apa, sehingga bisa lebih menyadari potensi diri masing-masing dan menjadi orang yang sukses,” katanya.

Senada dengan Mba Jes, Marshall menilai dalam sebuah tayangan harus mampu menyampaikan pesan yang bermanfaat, agar banyak hal positif yang dapat diambil. “Saya itu sebenarnya seorang desainer interior yang senang diving dan travelling. Melalui hobi ini, saya bisa menyampaikan pesan-pesan kepada orang lain bahwa kita harus cinta alam dan cinta Indonesia” ujarnya.

Untuk menjaga lingkungan dan melestarikan alam Indonesia, ia berpesan agar mencintai Indonesia dengan cara menjadi seorang smart traveler. Dengan begitu, orang luar menjadi tahu betapa Indahnya Indonesia ini.

Reporter : Hasna Salma

Redaktur: Ibnu Fauzi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas