Kampusiana

Resital Angkatan XXVII: ‘Roman Picisan’ Menggema di Aula

[Suakaonline]- Sabtu 21 Desember kemarin barangkali menjadi salah satu hari istimewa bagi Paduan Suara Mahasiswa UIN SGD Bandung. Pasalnya, dalam sehari penuh mulai sekitar jam 7 pagi aula UIN sudah penuh dengan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh anggota-anggota paduan suara mahasiswa UIN SGD Bandung.

 

Ya, acara merupakan perhelatan hajat Resital PSM yang diselenggarakan beberapa bulan setelah diklat orkestra atau ospek PSM. Unit Kegiatan Mahasiswa yang sudah berdiri sejak 27 tahun yang lalu ini memang selalu mengadakan konser perdana sebagai bentuk pengukuhan anggota barunya. Meski nampaknya tidak ada kaitannya dengan ospek PSM, nyatanya acara ini masih satu rangkaian dengan orkestra PSM UIN.

 

“Untuk tema, kita tidak mengambil tema yang spesifik, karena inti dari acara resital adalah pengukuhan anggota baru PSM. Bisa dilihat, lagu-lagu yang dibawakan pun tidak 1 tema,” ujar Najib, ketua OC Resital XXVII. Ditemui Suaka hari minggu (22/12), Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris ini berpendapat bahwa dengan tidak diadakannya tema yang khusus untuk penampilan tersebut anggota-anggota baru bisa lebih berekspresif memperlihatkan bakat dan minat mereka.

 

Dipilih 3 lagu yang dinyanyikan oleh anggota PSM angkatan baru di acara puncaknya, dimulai sekitar jam 19.30 yaitu lagu Roman Picisan (Dewa 19), We Are Young (Fun) Lalu terakhir lagu Bahasa Cinta (Vina Panduwinata) tentu dengan penampilan yang menarik karena di arransement ulang oleh dewan kehormatan PSM atau senior yang juga pelatih anggota PSM.

 

Menurut Rudly Zamal Mutaqin, selaku conductor, pemilihan ketiga lagu yang dimainkan didasarkan karena lagu tersebut hits dan banyak dikenal orang. “Biar semua orang tahu lagunya, juga ketiga lagu ini cocok dengan konsep padus (Paduan Suara-red), aransemennya bisa lebih luas jadinya,” ucap demisioner PSM UIN SGD ini. (22/12)

 

Dengan waktu sekitar 1 bulan, para anggota baru yang menamakan angkatan mereka dengan “Cimabes 95” ini dilatih setiap dalam dua kali seminggu. Walaupun ada saja kendala dan kesulitan yang dialami, semua anggota PSM mengaku puas dengan resital tadi malam.

 

“Kesulitannya paling latihannya banyak yang bolos, terus feeling bernyanyi dan notasinya belum terasah,” ungkap conductor Resital XXVII ini.

 

Kemeriahan acara semalam pun ditutup dengan penampilan special dari band “The Boss” yang sebagian besar anggotanya merupakan jebolan PSM sendiri. Dengan berakhirnya Resital XXVII, maka anggota baru resmi menjadi keluarga baru PSM UIN Bandung.

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas