Lingkungan dan Kesehatan

Kemenag RI Sumbang Dua Milyar Untuk Korban Banjir Garut

Penyerahan sumbangan secara simbolis dari Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin kepada Bupati Garut, Rudi Gunawan, Kamis (8/10/2016) di Pendopo Garut. (Suaka/Nida Fikriyatul J.)

Penyerahan sumbangan secara simbolis dari Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin kepada Bupati Garut, Rudi Gunawan, Kamis (8/10/2016) di Pendopo Garut. (Suaka/Nida Fikriyatul J.)

SUAKAONLINE.COM, Garut — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Bukhori mengatakan, dalam waktu tidak lebih dari tujuh hari pasca bencana banjir Garut, partisipan serta keluarga besar Kementerian Agama mampu menghimpun dana bantuan sebesar Rp. 2.040.000.000.

Hal tersebut disampaikan dalam acara pendistribusian bantuan kemanusiaan untuk para korban banjir Garut yang dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (9/10/2016) di Pendopo Garut.

Bantuan lainnya seperti 380 karung pakaian, 400 dus mie instan, 20 karung beras, 40 dus alat tulis juga siap di distribusikan. Ia juga mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan ke 31 masjid di Kabupaten Garut dan tiga masjid di Kabupaten Sumedang yang mengalami kerusakan sebesar 35 juta bagi masjid yang rusak parah, dan 25 juta per masjid lainnya. Tiga musolah pun dibantu sebanyak 10 juta rupiah.

“Akan memberikan bantuan 275 siswa, per siswa 500 ribu rupiah. Kemenag juga memberikan bantuan pembangunan rusunawa sebanyak 100 juta rupiah,” tambahnya.

Menteri Agama Replubik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada jajaran Kantor Wilayah Kementerian Jawa Barat yang telah berupaya dan membantu beban para korban banjir. “Mudah-mudahan ini sesuatu yang ikhitiar diridhoi Allah SWT dan semoga mendatangkan keberkahan tersendiri,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan dana sebesar dua miliar itu datang dari para karyawan Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Jawa Barat, UIN SGD Bandung, dan sebagian besar dari siswa-siswi madrasah. “Para siswa membuat kotak amal sendiri, pakai kantong plastik dan kardus. Luar biasa solidaritasnya, saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga Kementerian Agama,” lanjut Lukman.

Baca juga:  Dema-F Psikologi Gelar Seminar Psychopreneur

Reporter : Ibnu Fauzi

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas